HARIANSULSEL.COM – Kau menghitung usia yang telah genap untuk mendewasakan diri sendiri Padahal aku disini sedang menyiapkan sebuah hadiah agar perayaanmu bergairah.
Harusnya kau menerima semua yang telah aku siapkan untuk kau kenang dalam ingatan, mimpi-mimpi atau barangkali disetiap pagi yang kau sukai.
Butuh berapa banyak usia untuk merayakan semua kesedihan yang aku pendam, airmata jatuh perlahan-lahan, berhari-hari bahkan tahun-tahun telah jauh berganti.
Aku merayakan kau sebagai suatu sore yang kekal, menyambut petang yang tidak lama lagi tenggelam bersama airmata, memerah dan merekah di ujung semesta.
Aku lirih dihadapan cinta juga usia, tapi demi sebuah perayaan ulang tahunmu, aku menguatkan diri dari kesedihan, seperti debu-debu jalan yang lapang. Sekali lagi aku merayakan kau sebagai usia yang pernah menguatkan cinta.
Puisi karya Arif Hukmi, Mahasiswa Fakuktas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Makassar