HARIANSULSEL.COM, Makassar – Badan Pengurus Wilayah Perhimpunan Sarjana Pertanian Sulawesi Selatan (BPW PISPI Sulsel) selama 4 hari mulai tanggal 27 hingga 31 Agustus 2017 melakukan roadshow kelembagaan di Jakarta dan Bandung. Dalam Roadshow tersebut beberapa lembaga pemerintahan disambangi, diantaranya Kementerian Desa, PDT dan Trnasmigrasi. Selain itu Kementerian Pertanian RI, dan Bulog Divre Jawa Barat. Laporan ini akan menurunkan hasil pertemuan dengan Kementerian Desa, PDT dan Trasmigrasi yang diterima langsung oleh Direktur Jenderal Pengembangan Kawasan Transmigrasi (PKTrans) HM. Nurdin.
Rombongan BPW PISPI Sulsel yang dipimpin langsung oleh ketua BPW, Suardi Bakri didampingi Sekretaris, Abd. Mabud, dan beberapa pengurus diantaranya Husba Phada, Musdalipa Mahmud, Hasymirah Hafid, Andi Kasirang, Helda Ibrahim, Hermin Magga, dan Anas Qurniawan, Andi Tenri dan Sumiati. Dalam kunjungan ini ketua BPW menyampaikan program Program kerja PISPI yang selama ini telah di laksanakan, utamanya di Sulawesi Selatan, diantaranya Seminar Nasional Perberasan dan Rembug Nasional Regenerasi Sektor Pertanian yang juga dihadiri oleh perwakilan kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi.
Sementara itu Dirjen PKTrans sangat mengapresiasi program-program organisasi yang mewadahi para Sarjana Pertanian ini, namun demikian program-program yang dilaksanakan sudah harus nyata memberi kemaslahatan masyarakat, utamanya masyarakat desa. Di desa, diatas 70 persen aktivitas masyarakatnya adalah aktivitas di sektor pertanian, karena itu Sarjana pertanian sangat dibutuhkan, kata Dr. Nurdin.
“Karena itu kami minta kepada PISPI agar ikut berperan, utamanya dalam menumbuhkan jiwa interpreneur kepada sarjana-sarjana pertanian. Di desa sekarang dana sangat banyak. Pada tahun 2018 Dana Desa akan mencapai 200 T, dan ini dikelola di desa oleh kepala desa, kami harap ini dapat dimanfaatkan oleh teman-teman PISPI untuk melakukan pendampingan.”
Rata Rata desa mengelola dan antara 1-2 Milyar, jika ini dimanfaatkan dengan baik utamanya para pelaku-pelaku usaha di desa untuk menggerakkan perekonomian desa, ini dampaknya sangat besar. Masalahnya sekarang adalah jiwa enterpreneure pemuda pemuda desa masih minim, sarjana sarjana pertanian masih enggan kembali ke desa padahal potensi desa sangat besar kata Nurdin, sambil memberi contoh bagaimana sebuah desa di Luwu Timur menghasilkan Merica yang kemudian diolah dengan usaha usaha rumah tangga menjadi merica bubuk yang bisa ekspor.
Begitu pula desa desa penghasil Jagung yang bisa dikoordinasikan oleh sarjana sarjana pertanian. Sangat banyak potensi di Desa dan peran PISPI sangat diharapkan, katanya Nurdin menantang PISPI untuk segera mewujudkan kerjasama PISPI degan kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi yang sebelumnya telah dirintis. (Rilis/And)