HARIANSULSEL.COM, Makassar – Berbagai kalangan sivitas akademika di lingkup Universitas Negeri Makassar (UNM) mulai mengkritik baliho pasangan bakal calon (Balon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka).
Pasalnya, baliho milik IYL-Cakka yang bertagline Pungawa Macakka itu mencatut gambar gedung Menara Pinisi beserta logo UNM di baliho kampanyenya. Meski belum ada kejelasan soal tujuan simbol UNM itu dimuat, akan tetapi hal tersebut dianggap tidak patut.
Hal tersebut membuat Rektor UNM, Husain Syam angkat bicara perihal pencatutan gambar gedung Pinisi dan logo UNM yang ada di baliho IYL-Cakka. Menurutnya, ia akan mengkaji dengan serius terkait hal tersebut.
”Kita akan analisis dan kaji dengan baik apa motif pencantolan gedung Pinisi sebagai ikon UNM berikut logo yang melekat pada gedung,” kata Husain Syam, Rabu (11/10/2017).
Mantan Dekan Fakuktas Teknik UNM ini menjelaskan kalau lembaga pendidikan dan seluruh staf di dalamnya tidak boleh terlibat dalam politik praktis. Bahkan, ia akan membawa ke ranah hukum.
”Pasti pihak UNM akan melalukan kajian mendalam, bila perlu ke ranah hukum. Karena PT (Perguruan Tinggi), termasuk UNM tidak boleh ada parpol yang mempolitisasi. Makanya sekali lagi saya pasti akan kaji dengan serius,” tegasnya.
Sebelumnya, Kepala Bagian Humas UNM, Burhanuddin, juga mengkritisi baliho tersebut, dimana gambar gedung Pinisi UNM adalah icon Sulawesi Selatan, tetapi itu tak seharusnya digunakan kepada bakal Calon Gubernur Sulsel.
“Itu dia dari mana asal usulnya, Perlu dipertanyakan itu ye. Jangan sampai orang beranggapan kalau UNM masuk ranah politik. Yang pasti nggak begitu, Sepertinya nggak ada (izin sebelumnya),” ujarnya. (Tr)