Tim Dosen Unibos Edukasi Warga Soppeng Pembuatan Sabun dari Minyak Jelantah

HARIANSULSEL.COM, Soppeng – Penelitian dan Pengabdian sebagai wujud penerapan Tridarma Perguruan Tinggi terus dilakukan olen Dosen Universitas Bosowa, salah satunya dengan Menyikapi semakin tingginya tingkat pencemaran yang ditimbulkan oleh minyak jelantah maka Tim Dosen Universitas Bosowa telah mengadakan kegiatan Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat berupa: Proyek Pembuatan Sabun dari Minyak Jelantah untuk Meningkatkan Literasi Lingkungan, Sains, dan  Digital  Siswa SMP Muhammadiyah La’joa, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan.

Diinisiasi oleh Tim Dosen yang diketuai oleh Dr. Ir. Andi Zulfikar Syaiful, M.T. yang beranggotakan Dr. Ridwan, ST., M.Si. dan Dr. Imaduddin, S.T., M.M. Sebagai wujud pelaksanaan Merdeka Belajar Kampus Merdeka, skema pengabdian kepada masyarakat ini, turut melibatkan mahasiswa Prodi Teknik Kimia FT Unibos yaitu Dika Astuti,  Sunarsih, Vika Pangedongan dan Husnul Makbul.

Edukasi penanganan limbah minyak jelantah di SMPM La’joa bertujuan untuk mengatasi permasalahan utama yaitu masih rendahnya literasi siswa tentang bahaya dan cara penanganan limbah minyak jelantah, cara mengolahnya menjadi produk yang bermanfaat, dan bagaimana mengkomersilkannya.

Dr. Ir. Andi Zulfikar Syaiful, M.T. selaku ketua tim menjelaskan rangkaian kegiatan ini.

“Kegiatan hari pertama difokuskan pada penjernihan minyak jelantah menggunakan bleaching earth, arang aktif, dll,  Pada hari kedua dilakukan pembuatan sabun dari minyak jelantah yang telah dijernihkan. “Jelas Dr. Ir. Andi Zulfikar

Selain itu, Dr. Ir. Andi Zulfikar juga menambahkan pengetahuan, keterampilan, dan difusi Iptek yang telah diberikan dapat terus dikembangkan dan disebarluaskan oleh siswa ke lingkungan sekolah maupun masyarakat di sekitarnya.

” Proyek kecintaan terhadap lingkungan khususnya pembuatan sabun dari minyak jelantah yang diajarkan kepada siswa, dapat dimanfaatkan langsung oleh wali siswa di rumah tangganya masing-masing atau bisa juga dijual untuk menambah penghasilan keluarga”tambahnya

Literasi lingkungan hidup sejak dini sangat mungkin dilakukan di dalam kerangka Merdeka Belajar, Kurikulum Merdeka (MBKM) melalui Pembelajaran Berbasis Proyek (PBP), karena siswa dilatih untuk melakukan aksi nyata sebagai respon terhadap isu lingkungan sesuai dengan perkembangan dan tahapan belajar. (and/hariansulsel)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *