HARIANSULSEL.COM, Makassar – AC Milan menutup musim Serie A 2024/2025 dengan kemenangan 2-0 atas Monza pada Minggu dini hari (25 Mei 2025). Namun, di balik tiga poin terakhir ini, Milan justru menghadapi krisis yang lebih besar: kehilangan arah, kehilangan tempat di Eropa, dan kehilangan kepercayaan dari para pendukungnya.
Gol-gol dari Matteo Gabbia dan Joao Felix memastikan kemenangan I Rossoneri atas tim juru kunci Monza yang sudah tak punya target. Namun, suasana di San Siro justru memperlihatkan sebaliknya. Tribun Curva Sud yang biasanya menjadi simbol semangat, kini berubah menjadi ladang protes dengan koreografi bertuliskan “GO HOME”, ditujukan pada pemilik klub RedBird Capital.
Pesan itu sangat jelas: fans sudah muak dengan stagnasi yang terjadi. Milan musim ini tampil tak konsisten, gagal di kompetisi domestik dan Eropa, dan tak menunjukkan arah pembangunan tim yang meyakinkan. Absennya mereka di kompetisi Eropa musim depan menjadi catatan buruk—bahkan mengulang fase kelam yang sempat mereka tinggalkan sejak era kebangkitan beberapa musim lalu.
Secara taktis, Milan tampak kehilangan identitas. Perekrutan pemain seperti Joao Felix baru menunjukkan performa menjelang akhir musim. Beberapa nama senior tidak tampil sesuai ekspektasi, sementara pemain muda belum berkembang maksimal. Kekalahan-kekalahan krusial sepanjang musim menunjukkan bahwa problem Milan bukan sekadar teknis, melainkan struktural.
Kini, meskipun Milan sementara finis di peringkat ke-7, posisi itu masih bisa berubah jika Fiorentina menang dalam laga terakhir. Namun apa pun hasilnya, absennya Milan dari Eropa sudah menjadi kepastian. Sebuah akhir yang pahit untuk klub yang seharusnya bersaing di puncak.
Sementara itu, hasil lain di pekan ke-38 Serie A memberikan penegasan terhadap dinamika akhir musim: