HARIANSULSEL.COM, Makassar – Komitmen Universitas Bosowa dalam mencetak pendidik unggul dan adaptif kembali ditunjukkan melalui pelaksanaan Workshop Penguatan Kebhinekaan bagi mahasiswa calon guru Pendidikan Profesi Guru (PPG), Sabtu, 25 April 2026, di Hotel Almadera Makassar. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam membekali calon pendidik agar mampu menghadapi keberagaman di dunia pendidikan secara profesional, humanis, dan berorientasi pada nilai persatuan.
Workshop tersebut dihadiri jajaran pimpinan universitas dan fakultas, di antaranya Prof. Dr. Asdar, M.Pd., Dr. Ifa Safirah, serta Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Sastra Dr. A. Hamsiah, M.Pd., bersama Wakil Dekan I, II, dan III. Kehadiran para pimpinan menjadi wujud dukungan institusi terhadap penguatan karakter calon guru sebagai bagian penting dari kualitas pendidikan masa depan.
Ketua Panitia dalam sambutannya menegaskan bahwa sekolah bukan sekadar ruang transfer ilmu, tetapi juga ruang sosial yang mempertemukan beragam latar belakang budaya, agama, dan karakter peserta didik. “Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi mampu membentuk pola pikir calon guru yang adaptif terhadap keberagaman serta menjadi teladan dalam menanamkan nilai toleransi di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Sebagai narasumber pertama, Prof. Dr. Anzar Abdullah, S.Pd., M.Pd., menekankan pentingnya sensitivitas sosial dalam profesi guru. “Guru tidak hanya dituntut cerdas secara akademik, tetapi juga harus memiliki kepekaan sosial. Kebhinekaan di kelas adalah realitas yang harus dikelola dengan empati dan strategi yang tepat,” tuturnya di hadapan peserta.
Materi selanjutnya disampaikan Ichlapio Firmanto, S.E., M.M., yang didampingi Letda Kc. Patahauddin, S.Pd., M.Pd. Ia menyoroti pentingnya guru sebagai agen pemersatu di tengah masyarakat majemuk. Menurutnya, sikap terbuka, toleran, dan saling menghargai perlu ditanamkan sejak masa pendidikan profesi agar dapat diterapkan secara nyata dalam lingkungan sekolah dan masyarakat.
Workshop ini diikuti mahasiswa calon guru PPG dari bidang studi Bahasa Indonesia dan PGSD dengan antusiasme tinggi. Melalui kegiatan tersebut, Universitas Bosowa kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang konsisten melahirkan pendidik profesional, inklusif, dan siap menciptakan ekosistem pembelajaran yang harmonis serta relevan dengan tantangan zaman. (and/hs)