HARIANSULSEL.COM, Makassar – Transformasi digital di sektor konstruksi menjadi perhatian utama dalam Pelatihan dan Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi (TKK) Percontohan terkait Jabatan Kerja Unggulan Strategis Building Information Modeling (BIM) yang digelar di Aula Fakultas Teknik Universitas Bosowa, Senin (8/6/2026). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar ini diikuti oleh mahasiswa, alumni, tenaga kerja konstruksi, praktisi, serta berbagai pihak yang berkecimpung di bidang konstruksi dan teknologi BIM.
Pelaksanaan kegiatan menjadi bagian dari upaya memperkuat kompetensi sumber daya manusia konstruksi agar mampu menjawab kebutuhan industri yang semakin mengedepankan pemanfaatan teknologi digital. Selain meningkatkan profesionalisme tenaga kerja, pelatihan ini juga diarahkan untuk mempersiapkan tenaga konstruksi yang memiliki sertifikasi kompetensi sesuai standar nasional dan kebutuhan pembangunan masa depan.
Selama pelatihan, peserta memperoleh pembekalan mengenai konsep dasar hingga implementasi Building Information Modeling dalam berbagai tahapan pekerjaan konstruksi. Materi yang diberikan tidak hanya berfokus pada aspek teoritis, tetapi juga praktik penggunaan BIM yang saat ini menjadi salah satu teknologi utama dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengelolaan proyek konstruksi modern.
Dekan Fakultas Teknik Universitas Bosowa menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai bentuk sinergi antara dunia pendidikan dan industri konstruksi. “Kehadiran pelatihan dan sertifikasi BIM di lingkungan Universitas Bosowa memberikan kesempatan berharga bagi mahasiswa dan alumni untuk memperoleh kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri. Ini menjadi langkah penting dalam mempersiapkan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi konstruksi,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan juga mencakup evaluasi kompetensi peserta sesuai skema sertifikasi yang berlaku. Selanjutnya, peserta mengikuti uji kompetensi yang dilaksanakan oleh asesor berwenang sebagai dasar penerbitan sertifikat kompetensi bagi peserta yang dinyatakan memenuhi standar. Proses ini menjadi bagian penting dalam memastikan kualitas dan profesionalisme tenaga kerja konstruksi yang siap bersaing di dunia kerja.
Melalui penyelenggaraan pelatihan dan sertifikasi tersebut, Universitas Bosowa semakin memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan yang mendukung pengembangan kompetensi profesional berbasis kebutuhan industri. Kehadiran program ini tidak hanya memberikan nilai tambah bagi peserta, tetapi juga menunjukkan komitmen Unibos dalam mendukung transformasi digital sektor konstruksi melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia yang unggul, kompeten, dan tersertifikasi. (and/hs)