HARIANSULSEL.COM, Makassar – Dinamika perpolitikan menjelang pemilihan walikota (Pilwakot) Makassar tahun 2018 mendatang semakin dinamis. Pergerakan sang petahana Walikota Makassar, Ramdhan ‘Danny’ Pomanto (DP) semakin dikuatkan oleh kehadiran sosok Nasran Mone (Cakmon) yang dari awal memang konsisten siap maju sebagai Wakil Walikota (Wawali) hanya untuk mendampingi DP.
Hal ini dapat terlihat bagaimana Danny intens membangun komunikasi politik dengan partai-partai untuk menggalang kekuatan politik kepartaian, dan akan diusung oleh beberapa partai (PPP, Gerindra, PKS, PAN, PKB dan Perindo).
Sementara itu, pemilik tagline Nakke Tosseng Cakmon intens membangun komunikasi dengan kelompok masyarakat guna membangun kekuatan kerakyatan (kelompok masyarakat, LSM/Ormas, OKP, NU, Muhammadiyah, komunitas masyarakat tionghoa, Asosiasi Pendeta Indonesia Sulsel, Gerakan Muda-Mudi Kristen Makassar, dll). Selain itu, Cakmon juga memiliki tim yang telah bergerak di 10 kecamatan yang selama ini terjaga selama Cakmon duduk sebagai anggota DPRD Kota Makassar selama 3 periode (15 tahun), ditambah pergerakan tim bolang-bolang yang terbentuk mencukupi sehingga menjadi 15 kecamatan.
Kedua kekuatan (DP-Mo) ini kemudian bisa menjadi kekuatan yang sangat dahsyat, karena kekuatan yang dibangun DP melalui jalur komunikasi partai politik dan Cakmon dengan kekuatan kerakyatan.
“Jika ini direstui, pasangan DP-Mo (DP-Nasran Mone) akan menjadi pasangan dahsyat dan sulit mendapatkan lawan tanding”, beber Irfan Idham Manager tim Nakke Tosseng saat ditemui siang ini, Rabu (30/08/17) di kediaman Cakmon, jalan A. Tonro Makassar.
Irfan menjelaskan, dari banyak figur yang muncul untuk maju bertarung, begitu pun dengan calon wakil DP l, belum ada yang mampu menyaingi pergerakan Cakmon di masyarakat. (And)