HARIANSULSEL.COM, Makassar — Universitas Bosowa kembali memainkan peran strategis dalam penguatan kualitas sumber daya manusia vokasional melalui pelaksanaan Pelatihan Kompetensi Terstruktur (PKT) dan Uji Kompetensi/Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi (TKK) yang diselenggarakan oleh Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar. Kegiatan ini berlangsung pada 20 hingga 24 April 2026 di Aula Fakultas Teknik Universitas Bosowa, dengan melibatkan berbagai perguruan tinggi terkemuka di Kota Makassar.
Keterlibatan aktif Program Studi Teknik Sipil Universitas Bosowa menjadi bagian penting dalam mendukung suksesnya kegiatan ini, yang berfokus pada peningkatan kompetensi teknis dan profesional di sektor konstruksi. Peserta yang mengikuti kegiatan ini berasal dari sejumlah perguruan tinggi, di antaranya Universitas Muslim Indonesia (UMI), Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh), Universitas Hasanuddin (Unhas), serta Universitas Bosowa, dengan latar belakang mahasiswa Teknik Sipil yang memiliki relevansi langsung terhadap bidang yang diuji.
Selama lima hari pelaksanaan, peserta mengikuti rangkaian pelatihan intensif dan uji kompetensi yang dirancang secara sistematis untuk mengukur sekaligus meningkatkan kapasitas teknis di bidang konstruksi. Proses ini menjadi langkah konkret dalam memastikan kesiapan lulusan vokasi agar mampu menjawab tuntutan industri yang semakin kompetitif dan berbasis standar profesional.
Secara tidak langsung, kegiatan ini juga mencerminkan sinergi kuat antara dunia pendidikan tinggi dan sektor industri dalam membangun ekosistem pengembangan SDM yang berkelanjutan. Kolaborasi lintas institusi ini dinilai penting dalam mendorong lahirnya tenaga kerja konstruksi yang tidak hanya kompeten, tetapi juga tersertifikasi secara resmi sesuai standar nasional.
Pihak penyelenggara menegaskan bahwa sertifikasi kompetensi menjadi salah satu instrumen utama dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja konstruksi di Indonesia. Melalui skema pelatihan dan uji kompetensi yang terstruktur, peserta tidak hanya memperoleh pengalaman praktis, tetapi juga pengakuan kompetensi yang menjadi nilai tambah dalam memasuki dunia kerja profesional.
Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, Universitas Bosowa kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan SDM unggul di bidang konstruksi, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan kompetensi yang adaptif, kolaboratif, dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional. (and/hs)