HARIANSULSEL.COM, Makassar – Ikatan Alumni dan Santri Indonesia Timur (TAUSIT) menggelar kegiatan dalam rangka memperingati hari santri nasional tahun 2017. Kegiatan tersebut adalah Halaqah Akbar dan Deklarasi Santri Indonesia Timur yang dilaksanakan pada Kamis (2/11/2017) di Auditorium KH. Muhyiddin Zain Universitas Islam Makassar Jalan Perintis Kemerdekaan KM. 9 Tamalanrea, Kota Makassar Sulawesi Selatan.
Sebanyak 31 Alumni Pondok Pesantren bergabung mendeklarasikan terbentuknya TAUSIT (Ikatan Alumni dan Santri Indonesia Timur).
Ketua Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan AGH. Sanusi Baco dalam sambutannya mengungkapkan bahwa pesantren merupakan lembaga pendidikan tertua yang ada di Indonesia, pesantren telah melahirkan ulama di negeri ini. Gurutta juga berpesan agar santri tetap rendah hati (tawadhu) tidak menyombongkan diri.
“Kematian Seorang ulama berbeda dengan kematian pejabat ataupun orang kaya. Pejabat yang meninggal akan meninggalkan jabatannya, orang kaya jika meninggal akan meninggalkan hartanya, tetapi jika ulama yang meninggal akan pergi bersama dengan ilmunya, maka dari itu santri harus terus belajar” Imbuh Gurutta.
Selain Deklarasi Santri Indonesia Timur, kegiatan tersebut diisi dengan Tausiyah Kebangsaan oleh AGH. Syekh Sayyid Habib Abd. Rahim Assegaf Puang Makka, Seminar Panel dengan Keynote Speaker Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta Prof Nasaruddin Umar, Pimpinan Pondok Pesantren Annahdlah Dr. KH. Afifuddin Harisah, Dr. Lukman Arake, Muhammad Agus M.Th.I dan sebagai moderator Dr. Firdaus Muhammad.
Tampak hadir pada kegiatan tersebut Rektor Universitas Islam Makassar Dr. A. Majdah M Zain, Kepala Bidang Pontren Kanwil Kemenag Sulsel, Rizal Syarifuddin Ketua Ikatan Alumni Pesantren Annahdlah (IAPAN) dan beberapa pimpinan pondok pesantren. (Nur)