HARIANSULSEL.COM, Makassar – Kewenangan Pemprov mengelola pendidikan SMK dan SMA mesti direspons positif. Salah satunya dengan mengarahkan kurikulum pendidikan berbasis keahlian. SMK harus menghasilkan tenaga terampil siap pakai.
“Berhenti menghasilkan pengangguran intelektual dari SMK. Mereka harus tamat dan siap terjun ke dunia kerja,” ujar Agus Arifin Nu’mang, Selasa (20/2)
Karena itu, kata dia, ke depan, ia akan membangun SMK yang digratiskan dan berbasis kompetensi kerja. Misalnya, SMK khusus pariwisata. Mereka ini harus dididik menjadi koki, menjadi bartender, menjadi guide dan tenaga penunjang pariwisata lainnya.
Begitu juga dengan SMK pembangunan misalnya. Atau SMK Otomotif. Mereka harus diarahkan menjadi tenaga terampil untuk bisa menjadi operator alat berat. Bisa scavolding, bisa las, dan lain sebagainya.
“Mereka ini, siswa SMK yang berbasis keahlian, akan didorong dan difasilitasi mulai bekerja pada kelas tiga. Dengan demikian, tamat tak perlu lagi menganggur tapi sudah punya tempat kerja,” ujar Agus Arifin Nu’mang.
Konsep demikian, baik pengembangan kawasan, penanganan pertanian, dan SMK merupakan solusi untuk kurangi kemiskinan dan pengangguran. “Bahkan, inilah sesungguhnya, untuk mengurangi gini rasio atau kesenjangan ekonomi yang sering dikritik selama ini,” imbuhnya. (*)
Satu tanggapan untuk “Agus Rancang SMK Berbasis Keahlian”