“Bicara Itu Pulih”, Gerakan Kesehatan Mental FPSI Unibos Ramaikan MIWF 2026

HARIANSULSEL.COM, Makassar — Fakultas Psikologi Universitas Bosowa kembali menunjukkan kontribusi nyatanya dalam isu kesehatan mental melalui kehadiran program PSYBOS SUDUT JIWA bertajuk “Bicara Itu Pulih” pada ajang Makassar International Writers Festival yang berlangsung di Benteng Rotterdam, Makassar, pada 14–17 Mei 2026. Kehadiran FPSI Unibos dalam festival sastra bertaraf internasional ini menjadi bagian dari implementasi program WPP BASAibu Sulsel tahun sebelumnya sekaligus ruang kolaboratif yang mempertemukan literasi, kesehatan mental, dan pengabdian sosial dalam satu gerakan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Berlokasi di Museum La Galigo Gedung M, booth PSYBOS SUDUT JIWA menghadirkan berbagai layanan interaktif seperti Point of You, Emotional Checking, hingga Konseling Sebaya yang terbuka bagi pengunjung dari berbagai latar belakang. Tidak hanya menjadi ruang berbagi cerita, program ini juga menghadirkan pendekatan reflektif yang mendorong masyarakat lebih berani mengenali emosi dan membangun kesadaran terhadap kesehatan mental secara lebih terbuka.

Keterlibatan FPSI Unibos dalam MIWF 2026 menjadi sorotan tersendiri di tengah hadirnya delegasi internasional, pegiat budaya, akademisi, hingga perwakilan pemerintah dari berbagai negara. Festival yang resmi dibuka oleh Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin tersebut menghadirkan lebih dari 144 program lintas disiplin, menjadikan Makassar sebagai ruang pertemuan global bagi ide, budaya, dan isu sosial kontemporer.

Dekan Fakultas Psikologi Universitas Bosowa, Patmawati Taibe, S.Psi., M.A., Ph.D., menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam program ini menjadi bentuk nyata implementasi keilmuan psikologi di tengah masyarakat.

“Program seperti ini sangat penting karena mahasiswa tidak hanya belajar secara teoritis di kelas, tetapi juga hadir langsung memberikan manfaat sosial melalui pendekatan psikologis yang humanis dan aplikatif. FPSI Unibos ingin terus menghadirkan ruang-ruang aman yang relevan dengan kebutuhan masyarakat hari ini,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Program Studi Sosiologi sekaligus koordinator kegiatan PSYBOS SUDUT JIWA, Muh Fitra Ramadhan Umar, S.Psi., M.A., menyampaikan bahwa konsep “Bicara Itu Pulih” lahir dari keresahan banyak anak muda yang kesulitan menemukan ruang aman untuk mengekspresikan emosinya.

Ia menjelaskan bahwa kehadiran program ini bukan sekadar layanan konseling, melainkan ruang refleksi sosial yang mengajak masyarakat memahami bahwa berbicara mengenai perasaan merupakan bentuk keberanian, bukan kelemahan.

Ketua Program Studi Psikologi Universitas Bosowa, Nurhimah, S.Psi., M.Si., turut menilai bahwa partisipasi FPSI Unibos di MIWF 2026 memperlihatkan bagaimana isu kesehatan mental kini menjadi bagian penting dalam percakapan publik dan kebudayaan modern.

Menurutnya, mahasiswa perlu dilatih untuk mampu hadir di ruang sosial yang nyata agar memiliki sensitivitas, empati, dan kemampuan komunikasi yang lebih kuat sebagai calon praktisi maupun akademisi di masa depan.

Hal senada juga disampaikan dosen FPSI Unibos, Naftalen Koanda, S.Psi., M.Psi., Psikolog, yang melihat kegiatan ini sebagai bentuk pendekatan psikologi yang lebih membumi dan dekat dengan masyarakat.

Sementara Dedi Nasruddin, S.Psi., M.Psi., Psikolog, menambahkan bahwa ruang seperti PSYBOS SUDUT JIWA mampu menjadi medium preventif dalam meningkatkan kesadaran kesehatan mental sejak dini melalui pendekatan yang hangat, inklusif, dan tidak menghakimi.

Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari tim Marketing and Communication Bosowa Education. Muh. Takbir, S.I.Kom., M.M. dan Novita Frisilia, S.E., menilai bahwa keterlibatan FPSI Unibos di forum internasional seperti MIWF menjadi bukti bahwa kampus tidak hanya hadir sebagai institusi akademik, tetapi juga sebagai ruang yang aktif menjawab isu sosial masyarakat.

Menurutnya, keberanian FPSI Unibos membawa isu kesehatan mental ke ruang publik internasional menunjukkan identitas kampus yang progresif, adaptif, dan relevan dengan tantangan generasi saat ini.

Melalui PSYBOS SUDUT JIWA, FPSI Universitas Bosowa tidak hanya memperkuat eksistensinya di bidang akademik, tetapi juga memperlihatkan bagaimana ilmu psikologi dan sosial dapat diterjemahkan menjadi gerakan nyata yang menyentuh masyarakat secara langsung. Kehadiran ini sekaligus mempertegas posisi Universitas Bosowa sebagai kampus yang aktif membangun ekosistem pendidikan yang humanis, kolaboratif, dan berdampak luas di tingkat lokal maupun internasional. (and/hs)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *