HARIANSULSEL.COM, Toraja Utara – Pariwisata Toraja khususnya Pariwisata Toraja Utara, tampaknya masih belum berkembang. Tidak seperti sediakala, pariwisata Toraja ini benar-benar menjadi primadona bahkan konon nomor dua setelah Bali sebagai daerah tujuan wisata (DTW). Khusus untuk Sulawesi Selatan, Toraja sejauh ini dikenal sebagai DTW utama.
Kini, meskipun tren pariwisata Toraja khususnya Toraja Utara marak dengan hadirnya objek wisata baru ‘Negeri Di atas Awan’, namun kondisi ini belumlah membuat pariwisata di Bumi Pongtiku tersebut kian maju. Sementara daerah lain yang sebelumnya belum dikenal pariwisatanya kini mulai berkembang bahkan ‘booming’. Sebagai contoh, Kota Palopo dan daerah lain di Sulsel.
Berkait pariwisata ini tentu tidak terlepas dari manajemen pariwisata, objek dan atraksi wisata, fasilitas dan sarana-prasarana atau infrastruktur penunjang yang ada. Hal ini dibenarkan Anthonius Silamba’, seorang Akuntan Publik warga Toraja yang berdiam di Samarinda Kaltim. Anthonius sejauh ini tampaknya diam-diam ikut mengamati kondisi pariwisata Toraja. Selain itu yang juga menarik baginya, wacana atau discourse tentang pendidikan terkait SDM Toraja.
Khusus pariwisata, pengusaha salah satu Angkutan Umum atau PO Trans Sulawesi ini, menyayangkan kondisi pariwisata Toraja yang dinilainya jauh dari harapan.
“Dulu selain di bidang pendidikan, Toraja dikenal dengan pariwisatanya, kenapa sekarang begini. Harus dicari akar permasalahannya apa, karena kalau dibiarkan begini akan tetap seperti kondisi sekarang,” ujar Anthonius kepada awak media, via ponsel, Senin pagi tadi (18/6).
Harus ada upaya duduk bersama, tambahnya, membicarakan hal ini dengan mengajak seluruh stakeholder yang ada termasuk para pakar asal Toraja dimana pun. “Dengan demikian yang ingin saya katakan, sudah saatnya sekarang digelar kombongan kalua’ (red, pertemuan akbar) tentang pariwisata kita ini. Soal siapa penginisiatif, pemrakarsa atau penyelenggara silahkan dipikirkan dan dibicarakan bersama. Saya kira siapapun kita pastilah akan mensupport karena tujuan kita sama yakni membangun Toraja khususnya Toraja Utara agar berkembang, maju, sejahtera dan tentu saja mandiri, ” jelasnya lantang.
Anthonius menyebut beberapa pakar putra Toraja dapat diundang hadir. Seperti, mantan Sekjen Deparpostel, Jonathan L Para’pak, Ketua Umum ARDIN John Palinggi, Luther Barrung, Romy Bura, dan beberapa nama lain yang tidak kurang pentingnya. “Undang semua mereka, saya kira sudah saatnya kumpul bersama memikirkan Toraja,” tutur Anthonius lagi. (Tor)