HARIANSULSEL.COM, Makassar – Allah Maha Mengetahui segala yang tersembunyi didalam hati, segala yang diucapkan oleh lisan, dan semua yang dilakukan oleh anggota badan. Allah Yang Maha Baik, memberikan kita rizki untuk modal hidup dan beribadah, memberikan kita akal sebagai modal berfikir untuk menemukan kebaiakan, dan juga kesempatan untuk memanfaatkan fasilitas ini dengan sebaik baiknya. Maka sudah seharusnya kita menjaga diri dari segala yang tidak mendatangkan keridhoanNya.
Sebagaimana ketika kita melakukan suatu pelanggaran, kita tidak menginginkan orang yang kita hormati mengetahuinya, maka bagaimana kita bisa luput dari Penglihatan Allah Yang Maha Teliti? Dan bagaimana perasaan kita ketika saat itu kita dilihat oleh Robbul ‘alamin?
Di dalam ketaatan ada kenikmatan dan ketenangan, keduanya tidak bisa dicapai kecuali dengan mengamalkannya. Kenikmatan itu berupa rasa lapang dalam jiwa dan raga saat memulai amalan ketaatan, dan berakhir dengan ketenangan setelah menyempurnakan ketaatan. Apabila ini dilakukan terus menerus maka akan menjadikan suatu kebiasaan dan kebutuhan. Sehingga pribadi akan di penuhi dengan ketaatan dalam segala hal, inilah yang di sebut dengan ketakwaan.
Dalam melaksanakan ketaatan ini pastilah banyak cobaan. Kesabaran dan kepasrahan adalah dua sifat yang wajib dimiliki oleh orang yang bertakwa. Kemudian terakhir disempurnakan dengan Akhlak yang baik kepada sesama, inilah inti wasiat takwa dari Allah yang dilafadhkan oleh baginda Rasulullah SAW
Bertakwalah kepada Allah dimana saja kamu berada, iringilah keburukan dengan kebaikan niscaya menghapusnya dan pergauilah manusia dengan akhlak yang baik (Hr. Tirmizi)
Penulis: Ahmad Ali Mustopa, Kabag Pengasuhan Pondok Modern Mahyajatul Qurra’ Lassang Takalar, sejak 2016 sampai sekarang.