Mansyur Ramly Sebut PTIS Unggul Maka perlu Database

HARIANSULSEL.COM, Semarang – Perguruan Tinggi dalam merespon era global, harus melakukan pembenahan diri, melakukan analisis kekuatan dan kelemahan. Perlu melakukan pemetaan dengan baik. Hal ini disampaikan Dewan Penasehat BKS PTIS Prof Mansyur Ramly di acara Rapat kerja Nasional BKS PTIS yang berlangsung di Unisula (20/9)
Mantan Ketua BAN PT ini menambahkan selain melakukan database, hal penting yang dilakukan PTIS adalah saling mendukung untuk mendorong percepatan kemajuan dan kualitas dari masing-masing PTIS.
Zaman ini adalah zaman akreditasi. Saya melihat kita masih lemah dalam penguasaan mempersiapkan akreditasi. Assesmen akreditasi sifatnya dokumentatif, yang dipotret dokumen bukan peristiwa sebenanrya, karena hal tersebut sudah lewat. Karena itu dituntut kemampuan kita menyiapkan dokumen yang baik, ujar Ketua Pembina YW UMI ini.
Sebagai informasi kepada Pimpinan PTIS, instrumen akreditasi akan mengalami perubahan per tanggal 1 oktober 2018 dengan menggunakan instrumen yang baru, dan khusus prodi akan berlaku pada awal 2019. Sebenanrnya instrumen yang baru modelnya sangat sederhana, jumlahnya itemnya sederhana, hanya mengisinya agar berat karena berbasis pencapaian pembelajaran berbasisn outcome.
Saya berharap melalui BKS PTIS memacu PTIS untuk melakukan akreditasi, mengenbangkan kompetensi peserta didik pada outcome learning sesuai kebutuhan masyarakat. Saat ini dibutuhkan interaksi dunia industri dan dunia kerja.
BKS PTIS harus memfasilitasi anggota (PTIS) untuk membangun kerjasama dengan dunia kerja dan dunia industri. BKS PTIS harus memacu dan mendampingi anggotanya dengan kreativitas dan inovasi program dan kerjasama. (and)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *