HARIANSULSEL.COM, Makassar – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Makassar (UIM) menggelar Diskusi Rutin membahas tentang Filosofi Pendidikan, di Sekretariat FISIP UIM, Sabtu (20/03/2021).
Diskusi ini menghadirkan Kanda Sahabat Alif Ruhul M, S.I.Kom yang merupakan Ketua Umum Demisioner PMII RAYON FISIP UIM Periode 2016-2017 sebagai pemantik. Beliau mengatakan bahwa pentingnya mahasiswa memahami tentang esensi dari Filosofi Pendidikan.
“Sahabat-sahabatwati harus ketahui bahwasanya organisasi menjadi lingkup yang dapat memberikan solusi terhadap problem problem yang terdapat pada sistem pendidikan yang sahabat/i dapatkan, hal itu menjadi penting dalam memahami materi filosofi pendidikan yang nantinya akan menjadi bekal dan refrensi bagi sahabat/i,” tegasnya dalam diskusi.
Kanda Sahabat Alif, juga menjelaskan tentang ilmu padi yang sudah melekat erat pada Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Metro Makassar.
“Warna Kuning pada lambang PMII artinya Filosofi Padi yang semakin berisi semakin menunduk, oleh sebab itu materi ini juga mengajak sahabat-sahabatwati untuk belajar bagaimana bisa memahami konteks memanusiakan manusia serta bagaimana bisa menjadi mahasiswa yang bukan hanya terpelajar tapi juga terdidik, maka dari itu ada akhlak dan karakter yang akan tertanam dalam diri sehingga tidak mudah untuk menjadi arogan dan suka menjatuhkan,” sambungnya.
Peserta Diskusi Rutin, sahabatwati Zahratul Jannah pada saat dijumpai seusai diskusi berakhir menjelaskan, diskusi ini membuka wawasan saya pribadi mengenai kebijaksaan di dalam dunia pendidikan, kemampuan dalam menggunakan pengetahuan, pemahaman, pengalaman, akal sehat dan wawasan yang akan menentukan sesuatu.
Pada akhir kata, Zahratul juga mengatakan bahwa mendapat ilmu pengetahuan ternyata tidak monoton pada dunia perkuliahan.
“Diskusi seperti ini sangat membatu saya dalam hal mengasah dan mengubah cara berpikir saya, dan ternyata mendapat ilmu pengetahuan itu tidak monoton dalam dunia perkuliah saja tetapi kita bisa mendapatkan pengetahuan dari manapun itu salah satunya dalam organisasi. Jujur saya membawa banyak energi positif dari diskusi ini,” tutupnya. (and/hariansulsel)
