HARIANSULSEL.COM, Makassar – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Makassar (UIM) menggelar Diskusi Rutin membahas tentang Pengantar Gender, di pelataran Taman Unhas, Senin (15/03/2021).
Diskusi ini menghadirkan Sahabatwati Nursyahraeni yang juga Pengurus Aktif Pmii Rayon Fisip Uim sebagai pemantik. Nursyahraeni mengatakan bahwa pentingnya mahasiswa mengetahui tentang Kesetaraan Gender.
Memang tidak bisa dipungkiri bahwa kaum perempuan saat ini banyak yang mengalami diskriminasi berbasis gender, hal ini tentu sangat dipengaruhi oleh praktik-praktik pemahaman yang cenderung menganggap remeh kedudukan perempuan. Tegasnya dalam diskusi.
Ketua Rayon Fisip Uim, Ali Akbar, yang turut hadir mengapresiasi diskusi tersebut. Menurutnya, diskusi ini sangat baik sekali karena memberi pemahaman soal gender terkhususnya antara kesetaraan laki-laki dan perempuan pada Rana Publik.
Menurutnya, penting untuk Kader Pmii Rayon Fisip Uim mengikuti diskusi tersebut.
“Ini penting kita pahamkan kepada adek-adek terkhususnya mahasiswa baru untuk memberikan kesadaraan bahwa kita punya hak sama, baik laki-laki maupun perempuan,” jelasnya.
Tambahnya, “Diskusi gender seperti ini mungkin kiranya bisa dibuatkan jadwal rutin kembali melihat antusias peserta yang cukup besar mengenai materi ini, serta juga agar penguasaan materi kepada adik-adik mahasiswa baru bisa maksimal, dan saya rasa pembahasan tentang materi ini sangat panjang sekali oleh sebab itu tidak cukup bila hanya satu pertemuan”
Kordinator departemen kaderisasi, Luna Ma’sang pada saat dijumpai di kediamannya menjelaskan, Diskusi Rutin akan dilaksanakan satu kali seminggu.
“Kalau merujuk dari program kerja Departement kaderisasi, Diskusi Rutin akan dilaksanakan satu kali dalam satu minggu,” jelasnya.
“Diskusi ini di peruntukkan kepada kader Pmii Rayon Fisip Uim khususnya mahasiswa baru yang telah di mapabakan baru-baru ini,” sambungnya.
Harapannya, dari diskusi ini bisa melahirkan kader yang progresif dilingkup Fisip uim.
“Melalui diskusi-diskusi seperti ini saya berharap mudah-mudahan bisa melahirkan tokoh-tokoh yang progresif terkhususnya tokoh perempuan dilingkup Rayon Fisip Uim,” ungkapnya. (*)
