HARIANSULSEL.COM, Jakarta – Tuntas Baca Al-Qur’an (TBQ) merupakan program unggulan Kementerian Agama untuk meningkatkan literasi Baca Al-Qur’an bagi siswa-siswi sekolah. Melalui Direktorat Pendidikan Agama Islam (PAI), Kementerian Agama bekerja sama dengan Universitas PTIQ Jakarta.
Penandatangan Perjanjian Kerja sama dilakukan oleh Direktur PAI, M. Munir dengan Wakil Rektor IV Bidang Kerjaama, Prof. Dr. Saikhu, M.Pd pada hari ini, Kamis (20/3/2025) di Ruang Meeting Lantai 2 Kantor Kementerian Agama RI.
Hadir, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Sekjen Kementerian Agama Kamaruddin Amin, Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Suyitno, dan jajaran eselon II di Direktorat Pendidikan Islam.
Dirjen Pendidikan Islam, Suyitno, berharap program TBQ ini bisa menurunkan tingkat buta huruf di kalangan dunia pendidikan.
“Badan Litbang Kementerian Agama pernah melakukan riset secara nasional tentang kemampuan baca Al-Qur’an pelajar tingkat SMA. Hasilnya sekitar 57% pelajar tingkat SMA yang memiliki kemampuan baca Al-Quran. Sisanya masih besar yang belum bisa membaca Al-Qur’an. Hal ini belum lagi tentang kemampuan menulis,” ungkap Dirjen Pendidikan Islam.
Dirjen Pendidikan Islam juga menegaskan bahwa kerjasama dengan Universitas PTIQ Jakarta untuk program TBQ merupakan pilihan yang tepat. Oleh sebab itu, program ini harus dilakukan secara serius dengan dukungan anggaran yang memadai.
Selain Dirjen Pendidikan Islam, Menteri Agama Nasaruddin Umar juga memberikan arahan terkait program TBQ. Menag berpesan agar program ini segera diimplementasikan.
“Jangan sampai MoU ini berkarat tanpa ada realisasi. Program TBQ harus segera dijalankan,” ungkap Menag di awal sambutan.
Menag juga berharap program TBQ ini bisa menyasar dari jenjang bawah hingga atas, dari TK hingga mahasiswa muslim di Perguruan Tinggi Umum (PTU).
Menag juga berpesan kepada jajaran Universitas PTIQ, selaku pihak yang diajak kerjasama agar menjadikan kerjasama ini sebagai tantangan untuk berkontribusi bagi umat.
“Universitas PTIQ memang tempat yang tepat untuk studi Al-Qur’an. Saya minta Universitas PTIQ Jakarta menggunakan kesempatan ini. Anggaran akan disiapkan sebatas kemampuan Kemenag. Jangan sampai mengecewakan Kemanag. All out-lah bekerja dan lampauilaj target,” pesan Menag kepada jajaran Universitas PTIQ Jakarta.
Selain itu, Menag juga menyoroti minimnya guru ngaji Al-Qur’an di daerah 3T dikarenakan melakukan urbanisasi ke kota. Program TBQ diharapkan juga turut menyasar ke daerah 3T tersebut. Tuntas Baca Al-Qur’an ini nantinya juga diharapkan tidak hanya mengasah kemampuan baca saja tetapi juga sampai pada tingkat memahami kandungan Al-Qur’an. [and/rls]