Enam Mahasiswa Teknologi Pangan Unibos Sukses Jalani Magang Internasional Setahun di Taiwan

HARIANSULSEL.COM, Makassar – Pengalaman industri berskala internasional sukses ditorehkan enam mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Bosowa setelah menyelesaikan program magang internasional di Yilan City, Taiwan. Program yang berlangsung selama satu tahun penuh sejak 2 Juni 2025 hingga 1 Juni 2026 tersebut menjadi wadah pengembangan kompetensi akademik dan profesional mahasiswa Unibos di lingkungan kerja global.

Enam mahasiswa yang mengikuti program ini yakni Amrin, Andi Mulawarman, St. Athira Nur Annisa.R, Audia Regina Putri, Ija Welpiana, dan Novita Ihriani Wijaya. Selama berada di Taiwan, mereka menjalani magang di The Walden Hotel atau Yue Chuan Hotel, hotel bintang empat ternama di Yilan City, dengan fokus pembelajaran di bidang bakery, pastry, pelayanan restoran, hingga manajemen operasional hospitality internasional.

Dalam program tersebut, para mahasiswa memperoleh pengalaman langsung mengenai standar industri pangan dan hospitality bertaraf internasional. Mereka mempelajari proses produksi roti, dessert, pengelolaan kualitas produk, penerapan sanitasi dapur internasional, hingga pelayanan pelanggan di restoran hotel. Selain itu, mahasiswa juga diperkenalkan pada penerapan Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP), pengelolaan keamanan pangan, serta sistem kerja profesional yang disiplin dan terstruktur.

St. Athira Nur Annisa.R yang menjadi perwakilan peserta magang mengungkapkan bahwa pengalaman tersebut memberikan banyak pembelajaran yang tidak didapatkan hanya melalui perkuliahan di kelas. “Selama di Taiwan kami belajar bagaimana bekerja dengan standar internasional, mulai dari kedisiplinan, kecepatan kerja, sanitasi dapur, hingga cara berkomunikasi di lingkungan kerja global. Pengalaman ini benar-benar membentuk mental dan meningkatkan kesiapan kami menghadapi dunia industri,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa tantangan terbesar selama menjalani magang adalah adaptasi bahasa, budaya kerja, serta kehidupan sehari-hari di Taiwan. Namun, seluruh peserta mampu beradaptasi dengan baik melalui kerja sama dan semangat belajar yang tinggi. “Kami berusaha menjaga sikap, bekerja maksimal, dan mengikuti aturan yang berlaku karena kami membawa nama Universitas Bosowa. Harapannya, pengalaman ini bisa membuka peluang lebih besar bagi mahasiswa Unibos lainnya untuk mengikuti program internasional,” tambahnya.

Keberhasilan enam mahasiswa Teknologi Pangan tersebut menjadi bukti komitmen Universitas Bosowa dalam mendorong penguatan kompetensi global mahasiswa melalui pengalaman belajar berbasis praktik internasional. Program magang ini tidak hanya memperluas wawasan akademik dan profesional mahasiswa, tetapi juga memperkuat reputasi Universitas Bosowa sebagai kampus yang aktif membangun jejaring dan kolaborasi pendidikan di tingkat internasional. (and/hs)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *