Facebook: Pasti Akan Kami Tutup Akun Penyebar Ekstremisme

HARIANSULSEL.COM –  Perwakilan Facebook Asia Pacific yakni Roy Tan, Manager for Asia-Pacific at Facebook, Michael I. Youn, Counter Policy Manager of Facebook Asia Pacific, dan Publik Policy Manager Facebook Indonesia Donny Eryastha memberikan pemahaman penggunaan media sosial, khususnya Facebook pada Konsolidasi Nasional Pengelola Media Islam Ramah yang bertema “Penguatan Kapasitas dan Jejaring Media Islam Ramah” yang dihadiri para jurnalis pengelola media Islam Ramah yang diadakan Lembaga Ta’lif Wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN) atau Lembaga Infokom dan Publikasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama bertempat di Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Lt. 5, Senin (21/8/2017).
Michael I. Youn dalam paparannya lebih banyak berbicara tentang penggunaan konten di Facebook, dimana harus memenuhi prinsip yang berlaku secara global masyarakat di dunia.
Baca: Perkuat Isu Islam Ramah, LTN Kumpul Pengelola Media Islam
“Misalnya ekstremisme, kebijakan kami tidak akan memberikan ruang dan kami memiliki 150 tim dan intelejen untuk menangani hal ini, jadi orang atau kelompok yang pernah terlibat di organisasi terorisme, isis dan lain sebagainya tidak akan kami berikan ruang, tak hanya itu kebijakan Facebook secara sistem juga sudah kami antisipasi”. Tambahnya.
Secara tegas Michael I. Youn mengungkapkan terkait jumlah akun yang telah ditutup terkait terorisme dan ekstremisme, kami dari Facebook belum atau tidak memiliki data itu, namun kami akan memastikan bahwasanya akun-akun itu akan kami tutup.
Terkait kekeliruan, kami akui masih terdapat kesalahan dengan angka yang kecil, tetapi kami senantiasa memperbaiki diri, misalnya terkait penutupan akun Facebook yang ternyata tidak melanggar kebijakan Facebook, tetapi setelah adanya aduan, tim kami akan segera memperbaiki.
Baca: Bahas Islam Ramah, LTN PBNU Hadirkan Perwakilan FB Asia Pacific
Sedangkan Donny Eryastha dalam paparannya, menurutnya untuk melawan konten negatif yakni dengan mendukung konten narasi dengan memberikan narasi yang berbeda atau narasi tandingan (berlawanan, red.)
Namun yang perlu diperhatikan adalah untuk membuat narasi tandingan lebih mudah dengan gambar, wacana yang lebih konstruktif, kemudian dijadikan sebagai narasi tandingan.
Apa yang telah dilakukan Facebook melawan ekstremisme yakni, bekerja sama dengan berbagai organisasi (untuk melawan ekstresmisme, red.) dengan memberikan iklan gratis, mengadakan workshop dengan melibatkan stakeholder. Tambahnya. (And)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *