HARIANSULSEL.COM, Makassar – Ikatan Mahasiswa Darud Da’wah Wal Irsyad (IMDI) Kota Makassar menggelar Halaqah Islam dan demokrasi dengan tema ‘Menanamkan nilai-nilai dakwah yang santun dan humanis ditengah keberagaman umat dalam menyambut bulan Ramadan di Makassar, Kamis, (11/05/2017).
Acara ini diikuti puluhan kader IMDI, muballigh, mubbaligat di Kota Makassar dengan narasumber menghadirkan perwakilan Katib Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan, KH Ruslan, Biro Kesra Pemprov Sulsel, H Suherman, pewakilan DDI Ridwan Idris, Litbang Kemenag RI, Syaprillah Syahrir, perwakilan As’sadiyah Hamka Anas, Perwakilan Muhammadiyah Dahlan Lama Bawa.
Dalam pembukaan Ketua IMDI menyampaikan harapannya agar kegiatan dakwah yang santun semakin diketengahkan, mengingat tantangan yang dihadapi mayarakat, dakwah yang humanis menghindari konten ajaran yang ekstrim dalam berdakwah.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi bersama KH Ruslan, dalam materinya Dekan Fakultas Agama Islam Univeristas Islam Makassar (UIM) ini, menyampaikan agar pendakwah menumbuhkan qaulan ma’rufah, atau konten dakwah yang sejuk dan santun.
Peneliti Kemenag Saprillah mengeksplorasi, data terkait konten dakwah, maraknya ormas Islam yang mengangu filosofi negera, terakit NKRI dan Pancasila.
“Kalau perdebatannya seputar wilayah agama, itu bisa kita diskusikan dan sudah terjadi puluhan tahun di Indonesia, namun jika sudah menggagu wacana kebangsaan, itu harus kita kritisi,” jelasnya.
Disisi lain pendakwah harus mengamalkan dan memelihara nilai-nilai kesabaran, ketekunan, dan keistiqamahan. Ungkap Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, (PWM) Sulsel, Dahlan Lama Bawa
“Dakwah bukan berarti member vonis kafir, dakwah harus menjadi solusi,” jelas Dosen Universitas Muhammadiyah ini.
IMDI Makassar akan melaksanakan halaqah Islam dan Demokrasi sebagai agenda rutin. (And)