HARIANSULSEL.COM, Toraja Utara – 26 September 2017. Dalam memantapkan dan mensukseskan Program Kawasan Mandiri Pangan, Dinas Ketahanan Pangan Torut mengadakan Sosialisasi Kawasan Mandiri Pangan (KMP) yang sudah memasuki tahap Pengembangan yang diikuti oleh Tim Asistensi KMP, Lembaga Keuangan Kawasan (LKK), dan Forum Komunikasi Kawasan (FKK) se-Kec.Tikala yang diadakan di Ruang Pertemuan Kecamatan Tikala.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Camat Tikala, Ir. Yermia Batara Tandi, M.Si didampingi oleh Kadis Ketahanan Pangan Ir.Barnetje S.Toban, Sekretaris DPML, Drs. Elvis Paluruan, Serta Kabid Prasarana Pasar dari Dinas Perdagangan, Gerson Palli’, SH.
Dalam arahannya, Camat Tikala mengungkapkan, “Dalam pengolahan Kawasan Mandiri Pangan, Variasi tanaman pangan wajib dikembangkan dalam setiap kelompok. Pertemuan ini sangat penting karena ditahun ke-III ini sudah masuk dalam tahap pengembangan dan dalam pertemuan ini membahas pula tentang sumber dana, cara pengolahan, pengadaan alat dan distribusi hasilnya nanti. Saya, menghimbau kepada Kelompok Tani agar mengelola penggunaan dana dan pembukuan dengan baik, bantuan yang didapatkan 20 juta per kelompok”.
Selain itu, Sekretaris DPML, Elvis Paluruan menungkapkan bahwa dalam pengelolaan Dana Desa/Lembang terdapat pula sunber dana untuk masyarakat. “Dalam Perda No.14 Tahun 2016, tentang Pemberdayaan Masyarakat, terdapat dana dari 5-10% dari penggunaan dana desa, oleh sebab itu, saya menghimbau kepada Kelompok yang hadir disini agar memasukkan pengadaan alat pertanian dalam Musrembang nanti, tapi peralatan tersebut benar-benar dimanfaatkan. Selain itu, dalam kesempatan kali ini juga saya menyarankan agar dalam pengelolaan tanaman pangan menggunakan pupuk organik”.
Dan dalam arahan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Ir. Barnetje S. Toban mengungkapkan pula bahwa segala kegiatan dan dana yang masuk wajib dikelola agar dapat dipertanggung jawabkan. “segala dana yang dipercayakan oleh negara kepada anggota kelompok, wajib dikelola dengan berpedoman pada Pedoman Kerja dr Badan Ketahanan Pangan Pusat dan RUK yang telah disusun di dalam kelompok LKK, FKK dan anggota kelompok agar secepatnya melanjutkan kegiatan dan memanfaatkan dana berikutnya, sehingga di tahun ke 5 nanti Kecamatan Tikala akan menjadi Kawasan Mandiri Pangan yg dapat menjadi contoh oleh kecamatan yg akan mendapatkan program dan kegiatan KMP ke depannya. Saya mengharapkan pengurus kelompok mempertanggung jawabkannya sesuai dengan rencana dan penggunaannya agar ketahanan pangan di Toraja Utara akan terwujud ke depan”.