Gelar Workshop Penyusunan Dokumen SPMI, Ini Harapan Rektor UMI

HARIANSULSEL.COM, Makassar – Keberhasilan UMI menyandang status terakreditasi A akhir tahun 2018 lalu tidak terlepas dari kerjasama segenap komponen perguruan tinggi dalam membangun budaya mutu. Budaya mutu ini menjalar melalui Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI).

Oleh karena itu, demi keberlangsungan peningkatan mutu yang berkelanjutan maka Lembaga Penjaminan Mutu UMI melaksanakan Workshop Penyusunan Dokumen SPMI Tingkat Prodi  yang dihadiri para Wakil Dekan I, para Ketua Program Studi,  dan para Pengendali Sistem Mutu Fakultas/Program Pascasarjana (PSMF/P) tanggal 27-28 Gebruari 2019 di hotel Grand Asia Makassar.

Rektor UMI Basri Modding, sebelum membuka acara mengatakan didepan peserta menekankan pentingnya kerjasama semua pihak dan komitmen pimpinan disemua lini, unit dan lembaga dalam mewujudkan pelaksanaan penjaminan mutu dan membangun budaya mutu di UMI.

Terkait kegiatan ini, Ketua LPM UMI, Abdul Makhsud, menyampaikan harapannya bahwa setelah mengikuti kegiatan workshop ini para peserta yang merupakan para ujung tombak perencana dan pelaksana mutu di lini terdepan memiliki pemahaman dalam menetapkan standar mutu.

“Diharapkan dapat melaksanakan, mengevaluasi, mengendalikan dan meningkatkan standar mutu (PPEPP) sebagai syarat dalam siklus SPMI. Dengan demikian seluruh komponen dan pimpinan di UMI mampu menjalankan dan mengimplementasikan SPMI sehingga terbangun budaya mutu,” ujar alumni Fak. Teknik UMI ini.

Kegiatan ini menghadirkan pemateri Mansyur Ramly, Ketua Dewan Pembina Yayasan Badan Waqaf UMI tentang Kebijakan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) yaitu akreditasi baik nasional maupun internasional.

Prof. Mansyur mengungkapkan bahwa dalam era revolusi industri 4.0 layanan internal dan lintas organisasi disediakan dan dimanfaatkan oleh berbagai pihak melalui internet (internet untuk segala) maka Lembaga Penjaminan Mutu wajib melakukan penguatan mutu berbasis  teknologi informasi.

“Semua data direkam dan dapat diakses secara online yang memungkinkan terjadinya pertukaran informasi pihak internal maupun eksternal,” katanya.

Pemateri lain, di antaranya Ketua Lembaga Penjaminan Mutu UMI Abdul Makhsud dengan materi Penerapan SPMI di UMI. Lalu Anis Saleh, yang membawakan materi tentang Penyusunan Manual SPMI.

Hadir pula Syamsuddin Yani, yang berbagi perspektif tentang metode Penyusunan Standar SPMI. Lalu Fatmah Afrianty Gobel, menyampaikan materi Audit Mutu Internal serta Andi Asni.

Pemateri dan fasilitator yang dihadirkan merupakan fasilitator wilayah SPMI Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti yang sehari-hari mengemban amanah sebagai pejuang mutu di UMI. (and)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *