Peringati Harlah NU, Ansor Maros Ziarah Makam Muassis NU Sulsel

HARIANSULSEL.COM, Maros – Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) Ke 96, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Maros menggelar ziarah makam Muassis NU Sulsel dan Masyayikh atau Ulama NU Maros.

Momentum Harlah NU ke 96 tahun ini, puluhan Kader Ansor/Banser Maros menggelar roadshow ziarah makam di empat titik Makam Ulama NU di Kota Makassar dan di Kabupaten Maros, ujar Ketua Majelis Dzikir & Sholawat (MDS) Rijalul Ansor Maros, Ismail Marzuki, Kamis (27, 01/2022).

Makam pertama yang kami ziarahi adalah Allahyarham Annashirusunnah AGH. Muhammad Nur di Daya Kota Makassar, lalu kembali ke Maros, dan lanjut ziarah di Makam Rais Syuriah PCNU Maros, Allahyarham AGH. Andi Hidayat Puang Rukka, lanjutnya.

Setelah itu, kami lanjut berziarah dengan menggelar zikir dan tahlil di Makam salah satu Muassis atau pendiri Nahdlatul Ulama Sulsel yaitu Allahyarham Alhabib Syekh Sayyid KH. Djamaluddin Assegaf Puang Ramma di Tambua, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros, ujarnya.

Terakhir, kami berziarah dengan menggelar yasinan dan tahlilan di Makam Rais Syuriah PWNU Sulsel, Allahyarham AGH. Muhammad Sanusi Baco, Lc. di Talawe, Kecamatan Bontoa, Kab. Maros, kata Ismail.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Maros, Abrar Rahman menyampaikan bahwa urgensi atau ke sunnahan ziarah ke makam Ulama itu jelas dasar nya atau dalil-dalil kebolehannya nya dalam agama Islam.

Abrar kemudian menyampaikan sebuah hadis berbunyi “Rasulullah setiap kali giliran menginap di rumah ‘Aisyah, beliau Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam keluar rumah pada akhir malam menuju ke makam Baqi’ seraya mengucapkan salam : ‘Salam sejahtera atas kalian wahai penghuni kubur dari kalangan kaum mukmin. Segera datang apa yang dijanjikan pada kalian besok. Sungguh kami InsyaAllah akan menyusul kalian. Yaa Allah ampunilah penghuni kubur Baqi’ Gharqad,” (HR.Muslim).

Berdasarkan dalil diatas, tidak disangsikan lagi bahwa ziarah kubur adalah hal yang diperbolehkan bahkan tergolong sebagai hal yang dianjurkan (sunnah), lanjutnya.

Menurut Ulama, anjuran melaksanakan ziarah kubur ini bersifat umum, baik menziarahi kuburan orang-orang sholeh atau menziarahi kuburan orang Islam secara umum, jelasnya.

Hal ini seperti yang ditegaskan oleh Imam Al Ghazali, dalam Ihya’ Ulum ad-Dien, bahwa Ziarah kubur disunnahkan secara umum dengan tujuan mengingat kematian dan mengambil pelajaran, dan menziarahi kuburan orang-orang sholeh disunnahkan dengan tujuan untuk tabarruk (mendapat barakah) serta pelajaran, tandas Abrar. (*)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *