HARIANSULSEL.COM, Makassar – Syekh Sayyid Abd Rahim Assegaf Puang Makka, secara resmi menyatakan pengunduran dirinya dari kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Keputusan tersebut disampaikan pada Selasa (10/12/2024) di RAS Center, Makassar, tempat yang menjadi basis kegiatannya.
Dalam konferensi pers yang dihadiri oleh Ketua Dewan Pakar RAS Center, Dr. Adi Suryadi Culla, dan Direktur Bidang Hukum serta Advokasi, Dr. Kurniawan, Puang Makka memaparkan alasan di balik langkah besar tersebut.
Berikut beberapa alasan mundurnya dari PBNU, Puang Makka menjelaskan bahwa keputusannya dilandasi oleh berbagai pertimbangan, baik pribadi maupun profesional. Berikut adalah poin-poin utama alasan pengunduran dirinya
“Pertama, sebagai Mustasyar, Puang meminta maaf karena tidak pernah menghadiri pertemuan PBNU karena berbagai kendala, termasuk masalah kesehatan dan kegiatan lain yang mendesak.”
“Kedua, Setiap kali ke Jakarta, saya selalu berusaha untuk bertemu Ketua Umum atau Rais Aam PBNU di Jakarta, pertemuan tersebut selalu tidak terlaksana karena jadwal pimpinan PBNU yang padat dan sering berada di luar kota.
“Karena pada saat bersamaan, Ketua Umum dan Rais Aam PBNU sering berada di luar kota untuk mengadakan pertemuan dengan pengurus daerah atau kegiatan lainnya,” ungkapnya.
Selanjutnya, sejak dilantik, ia belum pernah bertatap muka langsung dengan jajaran pimpinan PBNU, meskipun Ketua Umum PBNU telah beberapa kali berkunjung ke Makassar. Tegas Puang Makka pada poin ketiganya
“Padahal, setelah pelantikan pengurus di PBNU di Gedung Dome Sport and Convention Center Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Senin (31/1/2022), khususnya Ketua Umum Gus Yahya, sudah tiga kali berkunjung ke Makassar, namun saya tidak pernah bertemu, begitu pula dengan pengurus PBNU lainnya,” lanjutnya.
Poin terakhir mengungkapkan bahwa Puang Makka tidak pernah mengetahui kedatangan Ketua Umum dan pengurus PBNU lainnya ke Makassar.”
Hal itu terjadi karena tidak ada pihak yang memberi tahu saya mengenai kedatangan mereka,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Kebetulan, setiap ada kegiatan, saya sering berada dalam kondisi kurang sehat. Jika tidak, saya sedang menghadiri acara penting, seperti pernikahan anak saya atau menghadiri pemakaman tante saya yang mengasuh saya. Itulah sebabnya beberapa pertemuan tidak dapat saya hadiri.
“Selain itu, faktor usia turut menjadi salah satu alasan Puang Makka memutuskan mundur dari jabatannya sebagai Mustasyar PBNU.
Ia menyatakan keinginannya untuk lebih fokus mengabdikan diri kepada jamaah setelah tidak lagi menjabat di PBNU.
“Tetapi komitmen saya terhadap NU tetap kuat, sekalipun tidak berada dalam struktur”
Puang Makka menegaskan “bahwa dirinya tetap menjadi bagian dari Nahdlatul Ulama, selama saya masih hidup, saya adalah bagian dari NU. Darah ayah saya, yang dulu mendirikan dan membangun NU di Sulawesi Selatan, terus mengalir dalam diri saya,” tegasnya dengan penuh emosional.
Ia juga menyampaikan bahwa keputusan ini memungkinkan dirinya untuk lebih memprioritaskan kesehatan dan pesantren yang dibinanya serta konsentrasi pada pembinaan jamaah tarekatnya di berbagai daerah. (*)