HARIANSULSEL.COM, Jakarta – Short course penguatan identitas professional ASN yang digelar Pusat Pengembangan Kompetensi (Pusbangkom) SDM Pendidikan dan Keagamaan Kemenag, banjir peminat. Tercatat, ada 6.180 ASN Kementerian Agama dari berbagai daerah Tanah Air ikut ambil bagian.
Mereka belajar strategi penguatan profesionalitas dan citra diri di era digital dalam giat yang dikemas sebagai Short Course Smart HAB. Sesuai namanya, peningkatan kompetensi ASN Kemenag ini dilakukan menggunakan platform Smartclass. Selaku narasumber, Ispawati Asri mendadar tema “Personal Branding bagi ASN Kementerian Agama RI”.
Ispawati menjelaskan bahwa di tengah derasnya arus informasi, personal branding bukan lagi sekadar gaya hidup, melainkan kebutuhan mendesak untuk membangun kepercayaan publik. “Personal branding merupakan persepsi orang lain terhadap diri kita, yang terbentuk dari kombinasi keahlian, pengalaman, kepribadian, dan nilai yang kita tampilkan secara konsisten. Ini adalah aset yang sangat berharga, terutama di era digital saat ini,” ujar Ispawati di hadapan ribuan peserta virtual, Rabu (28/1/2026).
“People don’t buy what you do; they buy why you do it. Orang tidak hanya melihat apa yang dikerjakan, melainkan alasan kuat di balik tindakan tersebut sebagai fondasi utama kepercayaan,” lanjutnya mengutip pemikiran Simon Sinek.
Ispawati menjelaskan, personal branding merupakan persepsi kuat dan jelas yang harus tertanam dalam benak audiens. Dia mengingatkan para ASN untuk memegang teguh empat prinsip utama, yaitu: 1) keunikanmu adalah kekuatanmu, 2) perlakukan jenama pribadimu layaknya sebuah bisnis, 3) tunjukkan aksi nyata atau show not tell, dan 4) ingatlah bahwa ini bukan tentang Anda, tapi tentang audiens Anda.
Transformasi merek diri ini dapat dicapai melalui penguasaan teknik berbicara, negosiasi, kepemimpinan, serta pemanfaatan media sosial yang strategis sebagai etalase kompetensi. Tak hanya itu, penerapan Teori Gestalt juga menjadi kunci penting agar audiens mendapatkan persepsi menyeluruh yang positif, mulai dari cara berpenampilan, bahasa tubuh, hingga nada suara yang berwibawa.
“Membangun personal branding yang kuat akan meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan di mata klien, rekan kerja, hingga masyarakat luas,” tambahnya.
Di penghujung acara, para peserta dibekali strategi mengelola media sosial melalui pembuatan konten berkualitas serta teknik berinteraksi untuk membangun hubungan jangka panjang. Dengan partisipasi masif mencapai lebih dari enam ribu orang, kegiatan ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi ASN Kementerian Agama untuk tampil lebih profesional, kompeten, dan memiliki pengaruh yang kuat di tengah masyarakat luas. (and/hs)