Dosen Unibos Siap Tembus Jurnal Bereputasi Dunia Melalui Program Inklusif Kemendiktisaintek

HARIANSULSEL.COM, Makassar – Peluang memperluas kontribusi akademik di tingkat global kembali terbuka bagi sivitas akademika Universitas Bosowa. Ketua Program Studi Magister Bahasa Inggris Pascasarjana Unibos, Dr. A. Andi Hamzah Fansury, S.Pd., M.Pd., terpilih mengikuti Workshop Inclusive Publication Camp (In-Camp) 2026 yang diselenggarakan Direktorat Bina Talenta Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada 19–22 Mei 2026 di Makassar.

Program tersebut menjadi salah satu wadah penguatan kapasitas publikasi ilmiah paling kompetitif di Indonesia. Dari sekitar 2.500 dosen dan peneliti yang mendaftar, hanya 200 peserta yang dinyatakan lolos untuk mengikuti rangkaian pelatihan dan pendampingan yang dirancang khusus guna mendorong lahirnya publikasi pada jurnal internasional bereputasi tinggi.

Berbeda dari pelatihan publikasi pada umumnya, Inclusive Publication Camp tidak berhenti pada pemberian materi semata. Peserta akan mendapatkan pendampingan intensif selama sembilan bulan bersama fasilitator yang berpengalaman sebagai editor maupun reviewer jurnal internasional terindeks Scopus.

Dr. A. Andi Hamzah Fansury menjelaskan bahwa program ini menjadi kesempatan strategis untuk meningkatkan kualitas karya ilmiah sekaligus memahami standar publikasi global yang semakin kompetitif. “Melalui workshop ini, peserta tidak hanya memperoleh penguatan materi terkait penulisan artikel ilmiah, tetapi juga mendapatkan pendampingan intensif selama sembilan bulan oleh fasilitator yang memiliki pengalaman luas dalam publikasi internasional serta berperan sebagai editor dan reviewer pada jurnal-jurnal terindeks Scopus,” ujarnya.

Ia menambahkan, proses pendampingan tersebut mencakup seluruh tahapan publikasi, mulai dari penyusunan artikel, pemilihan jurnal yang tepat, proses submit naskah, hingga menghadapi revisi dari editor dan reviewer jurnal internasional. Menurutnya, skema pendampingan berkelanjutan ini memberikan peluang lebih besar bagi akademisi Indonesia untuk menghasilkan publikasi yang mampu bersaing pada jurnal-jurnal bereputasi dunia.

Keikutsertaan dosen Pascasarjana Universitas Bosowa dalam program ini menjadi bagian dari upaya penguatan budaya riset dan publikasi internasional di lingkungan kampus. Melalui peningkatan kapasitas dosen dalam menghasilkan karya ilmiah berkualitas, Unibos terus memperluas kontribusinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus memperkuat posisi akademiknya di tingkat nasional maupun global. (and/hs)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *