186 Mahasiswa Unibos Siap Mengabdi, Rektor Lepas KKN Tematik Angkatan 60

HARIANSULSEL.COM, Makassar – Semangat pengabdian dan kepedulian terhadap isu lingkungan hidup memenuhi Gedung Lestari 45 Universitas Bosowa pada Selasa, 26 Mei 2026, saat ratusan mahasiswa mengikuti Pembekalan KKN Tematik Angkatan 60 Universitas Bosowa Tahun 2026. Program ini menjadi langkah konkret Universitas Bosowa dalam mendorong mahasiswa hadir langsung di tengah masyarakat melalui implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat berbasis isu keberlanjutan lingkungan dan pengelolaan sampah.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Rektor Universitas Bosowa, Prof. Dr. Ir. Batara Surya, S.T., M.Si., Wakil Rektor I Bidang Akademik, Riset, Inovasi, Pengabdian kepada Masyarakat dan Sistem Informasi Universitas Bosowa, Dr. Sutiabudi, S.Pi., M.Si., Sekretaris Universitas Bosowa, Prof. Dr. Ir. Hadijah Mahyuddin, M.Si., Direktur Direktorat Inovasi, Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bosowa, Ahmad Swandi, S.Pd., M.Si.P., Direktur Direktorat Perencanaan dan Pengembangan Infrastruktur Universitas Bosowa, Dr. Syahrir Idris, S.T., M.SP., serta Kepala Departemen Audit Mutu dan Monitoring Universitas Bosowa, Susalti Nur Arsyad, S.Pd., M.Pd.

Turut hadir pula seluruh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) serta seluruh mahasiswa peserta KKN Tematik Angkatan 60 Universitas Bosowa.

Agenda diawali dengan pembukaan dan laporan pelaksanaan KKN Tematik yang disampaikan oleh Direktur Direktorat Inovasi, Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bosowa, Ahmad Swandi, S.Pd., M.Si.P. Dalam laporannya, ia menyampaikan bahwa KKN Tematik tahun ini berfokus pada isu persampahan dan lingkungan hidup sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa terhadap pembangunan kota berkelanjutan.

Sementara itu, Direktur Direktorat Perencanaan dan Pengembangan Infrastruktur Universitas Bosowa, Dr. Syahrir Idris, S.T., M.SP., menjelaskan bahwa pelaksanaan KKN Tematik ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Universitas Bosowa bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar.

“KKN Tematik ini merupakan bentuk implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Tema persampahan dan lingkungan hidup dipilih sebagai bentuk kontribusi sivitas akademika Universitas Bosowa dalam mendukung peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan,” ujar Dr. Syahrir Idris, S.T., M.SP.

Ia juga menyampaikan bahwa berdasarkan data rekapan peserta, KKN Tematik Angkatan 60 diikuti oleh 186 mahasiswa yang berasal dari berbagai fakultas di Universitas Bosowa. Fakultas Teknik menjadi peserta terbanyak dengan 64 mahasiswa, disusul Fakultas Hukum sebanyak 40 mahasiswa, peserta non reguler (RPL/E-learning) sebanyak 37 mahasiswa, Fakultas Pertambangan 13 mahasiswa, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik 11 mahasiswa, Fakultas Kedokteran 6 mahasiswa, Fakultas Pertanian 5 mahasiswa, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Sastra 4 mahasiswa, Fakultas Ekonomi 3 mahasiswa, serta Fakultas Psikologi 3 mahasiswa.

Dari total peserta tersebut, terdiri atas 101 mahasiswa laki-laki dan 85 mahasiswa perempuan yang nantinya akan ditempatkan di beberapa wilayah pelaksanaan KKN, yakni Kecamatan Mariso meliputi Kelurahan Mariso dan Kelurahan Mattoanging, Kecamatan Ujung Pandang meliputi Kelurahan Pisang Utara dan Kelurahan Baru, Kecamatan Manggala meliputi Kelurahan Manggala dan Kelurahan Tamangapa, serta lokasi internal Universitas Bosowa untuk peserta non reguler.

“Kami berharap mahasiswa dapat menjadi agen perubahan di tengah masyarakat melalui edukasi, pendampingan, dan berbagai program inovatif terkait pengelolaan sampah serta pelestarian lingkungan hidup. Kami juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar atas kolaborasi yang telah dibangun bersama Universitas Bosowa,” tambahnya.

Secara tidak langsung, Dr. Syahrir Idris, S.T., M.SP. menilai KKN Tematik tidak hanya menjadi program akademik semata, tetapi juga ruang pembelajaran sosial yang membentuk kepemimpinan, kepedulian, dan kemampuan adaptasi mahasiswa dalam menyelesaikan persoalan nyata di masyarakat.

Agenda kemudian dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pelepasan simbolis peserta KKN Tematik oleh Rektor Universitas Bosowa, Prof. Dr. Ir. Batara Surya, S.T., M.Si. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kehadiran mahasiswa sebagai bagian dari solusi atas berbagai persoalan lingkungan yang saat ini menjadi tantangan global.

“Mahasiswa Universitas Bosowa harus hadir membawa dampak nyata di tengah masyarakat. KKN bukan sekadar program akademik, tetapi ruang untuk menunjukkan kepedulian, kepemimpinan, dan kemampuan membangun perubahan sosial yang berkelanjutan,” ungkap Prof. Dr. Ir. Batara Surya, S.T., M.Si.

Sekretaris Universitas Bosowa, Prof. Dr. Ir. Hadijah Mahyuddin, M.Si., turut menyampaikan bahwa program KKN Tematik berbasis lingkungan hidup menjadi langkah strategis dalam membangun kesadaran kolektif generasi muda terhadap isu keberlanjutan.

“Kampus hari ini tidak hanya bertugas mencetak lulusan unggul secara akademik, tetapi juga generasi yang memiliki sensitivitas sosial dan kepedulian terhadap lingkungan. Melalui KKN Tematik ini, mahasiswa belajar langsung bagaimana menghadirkan solusi di tengah masyarakat,” ujar Prof. Dr. Ir. Hadijah Mahyuddin, M.Si.

Setelah sesi pelepasan simbolis, kegiatan dilanjutkan dengan pembekalan materi utama mengenai Makassar Eco Circular (MEC) Hub yang dipaparkan oleh pejabat Dewan Lingkungan Hidup/Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Andi Nurdianza.

Dalam pemaparannya, Andi Nurdianza menjelaskan bahwa MEC Hub merupakan wadah kolaboratif yang bertujuan mengedukasi sekaligus menggerakkan masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular dan keberlanjutan lingkungan.

Ia menjelaskan bahwa MEC Hub menjadi fasilitas edukasi dan aksi masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah sejak dari sumber, mengolah sampah organik menjadi kompos, maggot, eco enzyme, dan media tanam, hingga mengolah sampah anorganik menjadi produk daur ulang bernilai tambah.

Selain itu, MEC Hub juga menjadi pusat kolaborasi antara masyarakat, komunitas, pelaku usaha, dan pemerintah yang mendukung program “Tanami Tanata” atau urban farming berbasis hasil olahan sampah organik.

Materi pembekalan juga membahas peran pemangku wilayah dan masyarakat dalam mendukung sistem pengelolaan sampah berkelanjutan, termasuk alur pengelolaan sampah mulai dari rumah tangga hingga proses pengolahan akhir.

Agenda pembekalan kemudian ditutup dengan pemaparan materi penyusunan laporan akhir KKN Tematik yang disampaikan oleh Dr. Syahrir Idris, S.T., M.SP. Dalam sesi tersebut, mahasiswa diberikan pemahaman teknis terkait penyusunan laporan akhir yang sistematis, terukur, dan sesuai dengan capaian program pengabdian masyarakat.

Suasana kegiatan berlangsung aktif dan penuh antusiasme. Ratusan mahasiswa tampak serius mengikuti setiap sesi pembekalan sebagai bekal sebelum terjun langsung ke lokasi pengabdian masyarakat.

Melalui KKN Tematik Angkatan 60 Tahun 2026 ini, Universitas Bosowa kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi akademik yang tidak hanya unggul di ruang kelas, tetapi juga mampu menjadi penggerak perubahan sosial dan lingkungan yang berdampak nyata bagi masyarakat. (and/hs)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *