HARIANSULSEL.COM, Makassar – Komitmen memperluas jejaring akademik dan penguatan kolaborasi antarp perguruan tinggi kembali ditunjukkan oleh Universitas Bosowa melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) bersama Universitas Cahaya Prima pada Senin, 25 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat DIRPM Lantai 5 Gedung 2 Unibos ini dihadiri langsung oleh Rektor Unibos Prof. Dr. Ir. Batara Surya, S.T., M.Si., Wakil Rektor I Dr. Sutia Budi, S.Pi., M.Si., Wakil Rektor III Prof. Dr. Nasrullah, S.T., M.T., IAI, Sekretaris Universitas Prof. Dr. Ir. Hadijah Mahyuddin, M.Si., Direktur DIRPM Dr. Ahmad Swandi, S.Pd., M.Si.P., jajaran dekan, serta sivitas akademika Unibos. Dari pihak Uncapi pun demikian, turut hadir Rektor Uncapi Prof. Dr. Dra. Hj. Andi Cahaya, M.Si., beserta jajaran wakil rektor dan para dekan.
Dalam sambutannya, Rektor Unibos Prof. Dr. Ir. Batara Surya, S.T., M.Si. menegaskan bahwa kerja sama antar perguruan tinggi harus menghasilkan implementasi nyata, bukan sekadar seremoni administratif. “Yang terpenting dari MoA dan PKS bukan hanya penandatanganannya, tetapi bagaimana kerja sama itu benar-benar berdampak. Harus ada joint research, publikasi bersama, pengabdian kolaboratif, hingga pertukaran mahasiswa yang dapat dibuktikan secara konkret,” ujarnya.
Ia juga mendorong kedua institusi untuk memanfaatkan kolaborasi ini sebagai strategi penguatan akreditasi institusi maupun program studi. Menurutnya, sinergi riset dan publikasi ilmiah lintas kampus akan menjadi indikator penting dalam peningkatan reputasi perguruan tinggi. “Kalau kolaborasi ini berjalan baik, maka manfaatnya bukan hanya untuk dosen atau mahasiswa, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan kualitas institusi dan reputasi akademik kedua kampus,” tambahnya.
Rektor Uncapi Bone, Prof. Dr. Dra. Hj. Andi Cahaya, M.Si., menyampaikan apresiasi atas berbagai masukan strategis yang diberikan Unibos dalam penguatan implementasi kerja sama perguruan tinggi. Ia mengakui bahwa selama ini banyak kerja sama yang berhenti pada tahap penandatanganan tanpa implementasi berkelanjutan. “Kami sangat berterima kasih karena hari ini banyak pembelajaran yang kami dapatkan. Ternyata kerja sama perguruan tinggi itu harus benar-benar memiliki implementasi yang jelas dan terukur. Ini menjadi PR besar bagi kami agar kolaborasi ke depan bisa lebih konkret dan berdampak,” ungkapnya.
Pertemuan tersebut juga membahas berbagai peluang kolaborasi lanjutan, mulai dari penelitian bersama, publikasi artikel ilmiah, konferensi internasional, pengabdian kepada masyarakat, hingga penguatan jejaring dengan Pemerintah Kabupaten Bone. Unibos turut membuka peluang keterlibatan Uncapi dalam berbagai program akademik internasional yang tengah dikembangkan bersama mitra perguruan tinggi luar negeri.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan kerja sama antara kedua perguruan tinggi sebagai langkah awal memperkuat sinergi akademik, riset, dan pengabdian kepada masyarakat. Setelah prosesi penandatanganan, pihak Unibos turut mengajak rombongan Uncapi berkeliling kampus untuk memperkenalkan berbagai fasilitas penunjang akademik dan layanan mahasiswa, seperti perpustakaan, marketing office, studio podcast, hingga Students Service Office (SSO). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Unibos dalam menunjukkan dukungan fasilitas modern yang menunjang pengembangan kualitas pendidikan tinggi. (and/hs)