Susun Rencana Kerja berdasarkan Kebutuhan bukan Keinginan

HARIANSULSEL.COM, Makassar – Makassar (Inmas Sulsel) untuk mencapai hasil yang maksimal maka dibutuhkan perencanaan yang matang, hal ini berlaku bagi pengambil kebijakan atau pimpinan sebuah lembaga atau institusi, khususnya di Lembaga Pendidikan dibawah naungan Kementerian Agama. Menyadari hal tersebut, Seksi Kelembagaan dan Sistem Informasi menggelar Bimbingan Tekhnis (Bimtek) Penyusunan Rencana Kerja dan Penganggaran Madrasah Se-Sulawesi selatan dilaksanakan oleh Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Prov Sulsel selama tiga hari (9 – 11 Mei 2017) di Hotel Kenari Tower Makassar.
Lebih lanjut, Kasi Kelembagaan dan sistem Informasi Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sulsel H. Mulyadi dalam laporannya selaku panitia pelaksana melaporkan bahwa peserta Bimtek ini berasal dari 40 Kepala Madrasah dan 40 Wakil Kepala Madrasah Swasta yang tahun ini memperoleh bantuan, hal ini dimaksudkan agar pemanfaatan anggaran bantuan tersebut bisa tepat waktu, tepat sasaran, dan tepat guna serta dapat dipertanggungjawabkan.
Ka. Kanwil Kemenag Sulsel Abd. Wahid Thahir dalam arahannya menilai kegiatan ini sangat urgent, karena dari sinilah diharapkan akan lahir program yang baik, karena didasari oleh penyusunan rencana kerja dan penganggaran yang matang, khususnya bagi Madrasah Tsanawiyah dan Ibtidaiyah di Sulsel.
Ke depan Saya, Kata Kakanwil memiliki obsesi untuk seluruh madrasah bisa menerapkan sistem moving class , dimana yang bergerak atau mobile itu bukan guru, tapi siswa, meskipun obsesi ini memiliki tantangan yang besar diantaranya ketersediaan sarana dan prasarana kelas dan perangkat pelengkap lainnya, akan tetapi obsesi ini saya yakini bisa terwujud bilamana jauh jauh hari kita semua sudah menyusun rencana untuk itu.
Beliau juga mengingatkan agar Kepala Madrasah tidak boleh bekerja dan memutuskan sendiri sebuah kebijakan atau keputusan, hendaknya kita juga harus melibatkan seluruh unsur dan orangnya yang ada di lingkungan madrasah, termasuk membangun komunikasi dan sinergitas dengan orangtua siswa dan pemangku kebijakan di wilayahnya, pinta Kakanwil.
Agar kedepan madrasah kita punya program yang matang sehingga outputnya bisa melahirkan situasi atau suasana pembelajaran yang nyaman bagi anak Didik, dan endingnya mampu membentuk generasi yang cemerlang, sekali lagi, ini karena ada perencanaan yang matang berdasarkan analisa kebutuhan bukan atas dasar keinginan, papar Beliau.
Diakhir sambutannya, beliau membuat testimoni bahwa Kalo ada madrasah swasta tapi mampu memperlihatkan prestasi yang mencolok apalagi tertinggi, atau minimal sama dengan prestasi yang diraih oleh Madrasah Negeri, maka saya kasi 2 jempol, ini artinya kepala madrasah dan seluruh komponen didalamnya bekerja maksimal meski kadang minim fasilitas dibanding Madrasah Negeri. (Wrd/And)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *