HARIANSULSEL.COM, Makassar – Bulan Ramadhan seharusnya dilengkapi amalan sunnat sebagai aksesori puasa dan dianggap sebagai unsur pelengkap. Jika puasa diibaratkan sebuah rumah, maka mesti memiliki unsur utama dan unsur pelengkap.
Unsur utamanya adalah semua bagian-bagian yang penting seperti pondasi, tiang, dinding, atap, pintu, dan jendela. Unsur pelengkapnya adalah perabot-perabot, atau apa yang sekarang disebut aksesori seperti kursi dan meja tamu, tempat tidur, lemari, TV, AC, dan kulkas.
Demikian pula Ramadhan, selain harus memiliki unsur utama, juga harus dilengkapi dengan aksesori yang menyenangkan. Aksesori rumah bagi setiap orang bisa berbeda-beda, ada orang yang rumahnya lengkap dengan perabot-perabotnya, ada yang sedang, ada yang kurang, bahkan ada sangat minim.
Dengan begitu puasa Ramadan setiap orang berbeda-beda, ada yang lengkap aksesorinya dan sebagiannya sedang atau bahkan minim layaknya seseorang salat tarwih delapan rakaat dalam kategori aksesori minim, bagi yang duapuluh rakaat aksesori sedang, dan jika ditambah dengan zikiran dan amalan lain yang mendukung dapat dikategorikan beraksesori lengkap.
Demikian seterusnya, Wallahul Muwaffiq Ila Aqwamit Thariq
Penulis: Mahmud Suyuti, Dosen Ilmu Hadis Universitas Islam Makassar, Ketua Lembaga Kajian Islam Aswaja UIM