HARIANSULSEL.COM, Makassar – Pada Jumat malam yang cerah, suasana Asrama Haji Sudiang Makassar tidak seperti hari-hari sebelumnya. Kali ini tampak lautan manusia menyemut di asrama haji termegah di Kawasan Indonesia Timur ini. Kedatangan 393 jemaah haji asal Kabupaten Takalat, Gowa dan Makassar yang tergabung dalam kloter 23 debarkasi UPG Makassar dari tanah suci adalah penyembabnya.
Kermacetan panjang sudah mulai terlihat di jalan menuju asrama menjelang waktu salat magrib. Tak terbilang berapa banyak kendaraan roda empat yang mengantri memasuki pelataran parkir Asrama Haji Sudiang hingga tak muat lagi.
“Ini sudah tradisi kami warga Takalar pak. Selain karena kerinduan ingin segera bertemu dengan keluarga yang baru tiba, kami juga ingat pesan orang tua tentang barakkana orang baru pulang dari tanah suci. Semoga kodong bisa tonga naik haji,” ucap salah seorang penjemput yang tidak ingin disebut indentitasnya.
Tepat pukul 23.30 WITA, iring-iiringan 10 unit bus Damri memsuki gerbang asrama haji Sudiang, ribuan keluarga penjemput berteriak, bertakbir, dan melaflkan kalimah hamdalah, wujud ekspresi kebahagian memandang wajah-wajah orang yang dirindukan melintas sekilas di hadapannya.
Penjabat Bupati (Pj) Bupati Takalar dan Ketua DPRD Kab. Takalar juga sepertinya tidak ingin melewatkan momentum ini dengan hadir langsung menjemput jemaah haji Takalar di aula Arafah Asrama Haji Sudiang Makassar.
“Kami datang bersama Ketua DPRD itu karena ungkapan kebahagian kami melihat bapak ibu haji telah tiba kembali dengan selamat,” ucap Pj Bupati Takalar Setiawan Ahmad dalam sambutannya di aula Arafah Asrama Haji Makassar ketika menerima secara resmi kloter 23 ini dari PPIH debarkasi Makassar, Jumat 21 Juli 2023.
“Saya bilang sama pak Ketua (Ketua DPRD) kita harus datang menjemput barakkana, makanya tadi kita jabat tangan jemaah sebanyanyak-banyaknya karena terus terang saya sama istri juga belum berhaji,” ujar dia menambabkan.
Dalam sambutan singkatnya, Setiawan Ahmad tak lupa berpesan kepada seluruh jemaah agar senantiasa menjaga kemuliaan predikat haji yang sudah disandang dengan melanjutkan di tanah air tentang amalan=amalan dan ibadah yang pernah dilakukan di tanah suci.
“Kita sudah mengunjungi tempat yang penuh kemuliaan dan keberkehan di tanah suci. Tugas kita semua adalah menjaga kemuliaan itu, menjaga kemuliaan hajita. Apa yang sudah kita laksanakan di tanah suci kita lanjutkan disini. Haji mabrur itu adalah semakin baik prilakuknya dan semakin banyak meberi manfaat, bukan hanya kepada keluarganya tapi juga kepada org banuyak,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Penerimaan Jemaah Haji PPIH embarkasi-debarkasi Makassar Wahyuddin Hakim melaporkan bahwa kloter 23 ini dengan jemaah 393 orang berangkat dengan utuh dan juga kembali utuh ke tanah air.
“Berangkat 393, malam ini kembali utuh. Malam-malam sebelumnya ada yang dirawat di RS dan ada yang meninggalkan kita selama-lamanya. Dan hingga kloter 23 ini jemaah haji debarkasi Makassar yang telah kembali ke tanah air sebanyak 9001 orang,” ungkapnya mantan Kepala Kantor Kemenag Kab. Bone ini.
Wahyuddin Hakim yang juga Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Kemenag Sulsel ini kembali menegaskan kepada para jemaah agar mengambil hikmah dari segala pengorbanan dan perjuangan yang telah dilakukan dalam perjalanan ibadah untuk meraih haji mabrur.
“Bapak ibu telah menunaikan undangan Allah, maka ibu haji disebut duyufurrahman. Tamunya Allah. Bapak ibu telah melangkah ke tampat-tempat yang suci. Telah mengunjungi kota suci Makkah, dan Nabawi Madinah dan telah berdiri dihadapan Ka’bah tempat kiblat umat muslim sedunia. Mengunjungi makam Rasul. Pejamkan mata dan ingat perjuangan di Armuzna, pasti air mata bapak ibu menetes. Jagaki predikat hajita, semoga mabrur,” tandasnya.
Tapak hadir pada prosesi penerimaan dan penyerahan kloter 23 ini, antara lain Ketua DPRD Kab. Takalar, Asisten I Setda Kab. Gowa, Kepala Kemang Gowa, Kepala Kemenag Takalar serta Kepala UPT Asrama Haji Sudiang Makassar. (*)