Teknologi Hijau di KUA: Langkah Kemenag Dukung Energi Terbarukan

HARIANSULSEL.COM, Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) berencana membangun Kantor Urusan Agama (KUA) dengan konsep ramah lingkungan (green building). KUA ini akan menggunakan sistem panel surya (solar panel) berbasis on-grid untuk mendukung penggunaan energi terbarukan dan mengurangi emisi karbon.

Sistem solar panel on-grid memanfaatkan sinar matahari, yang melimpah di Indonesia karena posisinya di garis khatulistiwa dengan tingkat radiasi ultraviolet yang tinggi. Panel surya akan menyerap energi matahari secara optimal, mengubahnya menjadi listrik, dan menyalurkannya langsung ke jaringan listrik umum.

Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Cecep Khairul Anwar, menjelaskan bahwa penggunaan panel surya di KUA dapat mengurangi ketergantungan pada listrik dari PLN, sehingga menekan biaya operasional. Penghematan tersebut dapat dialokasikan untuk kebutuhan lain.

“Panel surya menciptakan lingkungan yang lebih sejuk dan ramah. KUA bisa menjadi contoh penerapan energi terbarukan, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya teknologi ramah lingkungan,” ujarnya, Rabu (22/1/2025).

Kemenag telah menetapkan standar kapasitas panel surya sebesar 2,1 kWh untuk green building KUA. Jika produksi listrik melebihi kapasitas tersebut, kelebihan energi akan disalurkan ke PLN tanpa kompensasi.

Namun, Cecep menambahkan bahwa Kemenag sedang mengusulkan kebijakan baru terkait mekanisme tersebut. Ia berharap KUA dapat menggunakan sistem kWh baru agar kelebihan energi bisa membantu menutupi Biaya Operasional Perkantoran (BOP).

“Saat ini, mekanisme itu hanya diterapkan di pabrik-pabrik besar. Kami berharap hal ini dapat diberlakukan juga di KUA,” jelasnya.

Ketua Tim Konsultan Desain Green Building KUA, Ahmad Fajri, mengungkapkan bahwa sistem solar panel on-grid bekerja dengan sederhana namun efektif. Panel surya mengubah sinar matahari menjadi listrik arus searah (DC), yang kemudian diubah menjadi arus bolak-balik (AC) menggunakan inverter agar sesuai dengan jaringan listrik.

“Energi yang dihasilkan langsung dapat digunakan untuk operasional KUA. Dengan teknologi panel surya, KUA berkontribusi dalam melawan perubahan iklim global,” katanya.

Fajri menambahkan bahwa sistem ini secara otomatis mengambil listrik dari jaringan umum jika panel surya tidak menghasilkan cukup listrik, misalnya pada malam hari atau saat cuaca mendung. Ia juga menyoroti efisiensi sistem solar panel on-grid, yang tidak memerlukan baterai penyimpanan sehingga biaya instalasinya lebih terjangkau.

Solar panel on-grid adalah pilihan yang menarik, baik untuk KUA maupun masyarakat umum, karena dapat mengurangi emisi karbon sekaligus menghemat biaya listrik,” pungkasnya. (and/hs)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *