Kiai Ubaidillah Shodaqoh Serukan Hindari Kemarahan dan Perpecahan

0
45

HARIANSULSEL.COM, Makassar – Indonesia dikenal sebagai negeri yang aman, damai dan tenteram di mata dunia. Tidak ada konflik keras yang berujung perpecahan. Masing-masing masyarakat saling gotong royong membangun negeri ini melalui adab yang ada dalam kearifan lokal. Meskipun keberagaman suku, agama, bahasa bahkan tradisi yang beraneka ragam di Indonesia, itu semua tidak menjadi masalah, justru keberagaman yang ada menjadi kekuatan untuk mengokohkan persatuan di antara anak bangsa.

Selain itu, penduduk Indonesia yang mayoritas menganut agama Islam juga dikenal sebagai Muslim yang toleran, moderat dan ramah. Bahkan, tak sedikit negara-negara di Timur Tengah yang tengah dilanda konflik berkepanjangan kerapkali mengunjungi Indonesia dalam rangka belajar menjadi Muslim moderat. Di dunia Barat, Indonesia didaulat menjadi model Muslim moderat global.

Kenyataannya ini menjadi hal positif sekaligus penegasan bahwa Indonesia adalah negeri yang aman dan damai. Maka dari itu, hendaknya tidak ada pihak yang mencoba mengganggu kedamaian di Indonesia. Bahkan menurut Kiai Ubaidillah Shodaqoh, Indonesia adalah negeri yang amat sejuk. Masyarakat diminta untuk tidak terpancing untuk merespon tindakan yang bisa menimbulkan perpecahan.

Tokoh yang juga menjabat sebagai Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah itu mengingatkan agar jangan sampai menyulut api perpecahan di negeri yang sejuk ini. Menurutnya, siapapun yang menjadi provokator perpecahan hingga menimbulkan konflik sesama anak bangsa, maka ia pasti menanggung dosa sosial di hadapan Allah.

“Jangan menyulut api di negeri yang sejuk ini. Siapapun yang memantik nyala kemarahan yang berujung pertengkaran antar anak bangsa akan menanggung dosa sosial di hadapan Allah, yang tidak akan diampuni selagi anak-anak bangsa yang menjadi korban memaafkannya,” jelas Kiai asal Jawa Tengah itu dalam akun twitternya.

Sumber: IslamRamah.co dengan judul asli Kiai Ubaidillah Shodaqoh: Hindari Kemarahan Dan Perpecahan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here