Ust Syam Mengaku Salah, Nadirsyah Hosen: Mari Kita Maafkan

HARIANSULSEL.COM – Program Islam itu Indah di Trans TV yang dibawakan oleh salah satu Hafidz Makassar Syamsuddin Nur Makka, Sabtu (15/7/2017) menjadi viral dan menjadi sorotan di tengah masyarakat, bahkan hal ini tidak mencerminkan indahnya Islam sebagaimana nama program acara tersebut. Dalam video yang beredar, ia menyebut ada pesta seks di surge.
Setelah beredarnya video tersebut di media sosial, muncul kecaman dari masyarakat, namun bagaimana tanggapan Nadirsyah Hosen Rais Syuriyah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Australia-New Zealand.
Gus Nadir begitu ia disapa merupakan  orang Indonesia pertama dan satu-satunya yang menjadi dosen tetap di Monash Law School Australia yang menggeluti Ilmu Hukum Islam dan Hukum Umum ini menuliskan tanggapan panjang lewat akun twitter pribadinya, @na_dirs, Selasa (18/7).
Menurutnya memahami Alquran dan Hadis sangat perlu memahami konteks sosial, terkait kenikmatan surga seperti bidadari, sungai dan kebun, serta khamr. Ketiganya jangan dipahami secara zahir semata. Sehingga memerlukan pemahaman konteks sosio-historis masyarakat Arab jahiliyah saat itu.
“Tapi ust Syamsuddin Nur Makka telah meminta maaf, Ya mari kita maafkan. Selalu ada pelajaran dibalik peristiwa. Semoga kedepannya lebih hati-hati lagi” Ujar Gus Nadir dalam salah satu tweetnya.
Hal ini bisa kita lihat di twitter pribadi Syamsuddin Nur Makka (17/7) video dengan durasi 0.58 dimana Syamsuddin Nur telah meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam.
Namun atas jiwa besarnya Ustadz Syamsudin Nur yang mengklarifikasi dan minta maaf secara terbuka tentu kita semua sepantasnya memaafkan. Dan peristiwa seperti ini baiknya menjadi pelajaran bagi kita. Ustadz pun manusia yang tak luput dari salah dan keliru. Bahkan harus banyak belajar agar tidak terjadi kesalahan saat menyampaikan ilmu kepada masyarakat. Ungkap Cholil Nafis yang juga Ketua Komisi Dakwah MUI pada saat tabayyun Ust Syam.
Berikut 22 tweet lengkap Nadirsyah Hosen yang berhasil dihimpun tim redaksi Harian Sulsel:
  1. Mungkin @itss_syam lupa bhw kenikmatan terbesar di surga kelak adalah saat kita memandang wajahNya. Bukan soal bidadari dan seks
  2. Tapi beliau @itss_syam sudah minta maaf. Ya mari kita maafkan. Selalu ada pelajaran dibalik peristiwa. Smg kedepannya lebih hati2 lagi
  3. Tapi bukankah di ayat dan hadits itu ada soal seks dan bidadari di surga? Bgm memahaminya? Di sinilah perlunya memahami konteks sosial
  4. Memahami ayat hanya dari terjemahan harfiah akan membawa kita pada pemahaman zahir akan kenikmatan surga yg dikisahkan dalam Nash
  5. Saya ingin beri contoh 3 kenikmatan surga: bidadari, sungai dan kebun, serta khamr. Ketiganya jangan dipahami secara zahir semata
  6. Iming2 kenikmatan ketiganya adalah strategi dakwah Islam sesuai konteks sosio-historis masyarakat Arab jahiliyah saat itu
  7. Sebelum Islam datang, orang Arab istrinya gak terbatas. Islam dtg bawa aturan maksimal 4. Rugi dong kalau masuk Islam? Begitu tanya mrk
  8. Maka Islam tawarkan kalau kalian buat baik di dunia akan ada bidadari cantik menunggu di surga. Ini kompensasi sesuai konteks saat itu
  9. Bidadarinya jumlahnya berapa? Banyak, kata Islam. Cantik gak? Cantik, santun, montok, bergelang emas, selalu perawan, jawab Qur’an.
  10. Jadi ini jawaban Qur’an pada konteks masyarakat yang masih jahiliyah, gila wanita dan merasa rugi kalau masuk Islam. Ini konteksnya
  11. Gak cuma itu, Qur’an kasih iming2 lain soal surga. Dulu itu org kaya adalah mrk yg punya kebun kurma banyak. Di surga gimana nanti? Ada!
  12. Akan ada kebun yg indah, dimana akan mengalir air di bawahnya. Jgn lupa arab itu tandus dan gersang, maka surga yg diprojeksikan spt itu
  13. Kalau utk masyarakat Jawa yg subur, banyak kebun dan sungai tentu projeksi surga spt itu gak akan menarik lha wong udah ada heheh
  14. Itu sebabnya memahami penggambaran surga jgn zahir saja. Rugi nanti kalau surga isinya cuma kebun doang. Pahami ayat secara sosiologis
  15. Orang arab tukang minum khamr. Eh diharamkan. Rugi dong masuk Islam. Maka Islam harus memberi jawaban kompensasi kelak di surga
  16. Maka dalam sebuah riwayat dikatakan di surga nanti ada sungai isinya khamr. Kamu minum sambil menyelam gak bakal mabuk. Puas deh.
  17. Begitulah cara Islam berdakwah dg memprojeksikan ukuran kesenangan dan kebahagiaan masyarakat Arab pada saat itu.
  18. Anak sekarang nanyanya: di surga ada wifi gak? Boleh jadi kalau Qur’an masih turun skr jawabannya: “ada wifi dg kecepatan tak terbatas”
  19. Padahal sejatinya surga itu adakah yg tak terbayangkan oleh kata dan mata serta rasa. Beyond our imagination
  20. Pelajaran yg kita ambil dari kasus “surga yg diributkan” ini adalah: pahami ayat sesuai konteksnya dan pahami manhaj dakwah Qur’an.
  21. Demikian penjelasan singkat saya. Wa Allahu A’lam bis shawab (And)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *