HARIANSULSEL.COM, Makasssr – Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PC IPPNU) kota Makassar bekerjasama Palang Merah Indonesia (PMI) menyelenggarakan aksi donor darah di Anjungan Pantai Losari pada Minggu 03/12/17.
Aksi donor darah ini merupakan kegiatan yang kali pertama diselenggarakan PC IPPNU makassar dalam rangka memperingati Hari AIDS se-Dunia.
Nur Fauziyah Syam, Sekretaris IPPNU Makassar mengatakan, aksi donor darah yang pertama kali diselenggarakan dipengurusan kami ini. kami melihat partisipasi masyarakat sangat luar biasa bahkan menarik minat banyak pihak. Salah satu tujuan aksi donor darah tersebut adalah selain membantu meningkatkan ketersediaan darah di PMI juga mendorong gaya hidup sehat masyarakat melalui donor darah dan bebas dari penyakit AIDS.
“Tujuan utama kegiatan sosial ini adalah meningkatkan kesadaran pentingnya melakukan donor darah. Selain itu, membantu Palang Merah Indonesia untuk mendapatkan lebih banyak stok darah dan mendorong gaya hidup sehat bahwa mendonorkan darah secara teratur itu penting karena membuat orang menjadi lebih sehat,” Imbuh Nur Fauziyah.
Sementara itu, menurut Fajriani Farid, Wakil Ketua PC. IPPNU selaku koordinator penyelenggara kegiatan donor darah bersyukur karena jumlah pendonor melebihi jumlah yang ditargetkan. Meskipun, dari 100 lebih pendaftar akhirnya hanya sekitar 85 orang memenuhi syarat untuk mendonorkan darahnya.
“Diluar dugaan kami, pendaftar itu mencapai lebih dari 100 orang meskipun banyak dari pendonor itu yang gugur tidak bisa mendonor karena tekanan darahnya tidak mencukupi, atau terlalu tinggi, atau HB-nya yang dibawah standar, tapi cukup membuka wawasan mereka bahwa mereka belum mempunyai healthy life style,” ujarnya.
“Saya dan teman-teman juga berpikiran, dengan mengajak kaum muda untuk menjadikan donor darah ini menjadi lifestyle. Kalau selama ini kan hanya orang-tua tua saja dan sekarang dengan adanya kegiatan ini kaum muda bisa lebih tahu dan bisa lebih masuk lagi dalam kegiatan sosial seperti ini, karena darah dimanapun pasti dibutuhkan,” tutup Fajriani Farid. (Nur)