AGH Sanusi Baco Hadiri Peringatan Maulid PMII Metro Makassar

HARIANSULSEL.COM, Makassar – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Fakultas Ilmu Kesehatan Komisariat Universitas Islam Makassar Cabang Metro Makassar menggelar acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Auditorium KH Muhyiddin Zain UIM, Jumat, 01/12/2017.
Kegiatan yang bertema Merefleksikan Kembali nilai-nilai Maulid Nabi Muhammad Saw dalam konteks Ahlusunnah Wal Jamaah An-Nahdliah tersebut dihadiri langsung oleh Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel Anregurutta Dr. KH. Sanusi Baco. Lc dan sejajaran pengurus PMII Se-Metro Makasaar
Dalam acara maulid tersebut, berisi beberapa item kegiatan, diantaranya pembacaan barazanji, lomba hias pohon telur dan hias tumpeng yang di ikuti oleh seluruh rayon dan komisariat di bawah naungan PMII Metro Makassar.
Dalam Sambutanya Muhibuddin Ketua Komisariat UIM menjelaskan bahwa Peringatan Maulid Nabi ini bukan hanya sebuah momentum untuk memperingati hari lahirnya Rasulullah Muhammad Saw.
“Tetapi juga merefleksikan kembali Kehidupan dan perjalanan Nabi Muhammad Saw hingga Akhir Hayatnya, di waktu bersamaan juga Suratman Kayano Ketua Cabang PMII Metro Makasaar menambahkan dalam sambutannya, kelahiran Nabi Muhammad Saw umumnya menjadi syiar di bulan Rabiul Awal berdasakan kalender Hijriah. Tepatnya di bulan ini,12 Rabiul Awal bertepatan Tahun 571 M di bulan yang sama Nabi Muhammad Saw, mendapat legitimasi menjadi rasul dan bulan bersamaan dgn tanggal yg sama 12 Rabiul Awal menjadi hari wafatnya Nabi Saw. tangkasnya
Dalam Tausiahnya Anregurutta M Sanusi Baco berpesan bahwanya Kader PMII khususnya PMII Metro Makasaar agar Meneladani sikap dan gaya Kepemimpinan Baginda Nabi Muhammad Saw.
“Peringatan Maulid nabi yang selama ini dianggap Bid’ah oleh kelompok Islam Fundamental, sebenarnya memiliki makna sebagai kegembiraan ummat islam atas kelahiran Rasulullah Saw, karena berisi puji-pujian dan salawat untuk beliau yang telah di wariskan oleh para ulama dari generasi ke generasi, dan sebagai ummat nahdliyin, PMII harus terus melestarikan peringatan maulid tersebut. (*)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *