45 Orang Warga Nahdliyin ikuti Pelatihan Perencanaan Keuangan Keluarga

HARIANSULSEL.COM, Makassar – Pimpinan Pusat Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) bekerjasama dengan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Selatan menggelar kegiatan Training for Fasilitator Perencanaan Keuangan Keluarga yang dilaksanakan pada tanggal 20-22 April 2018 bertempat di Aula Kantor PWNU lantai 4.
Kegiatan tersebut diikuti 45 peserta yang terdiri dari PCNU Makassar, Bulukumba, Takalar, Wajo dan Parepare, Banom dan Pondok Pesantren diadakan atas kerjasama Pegadaian dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Universitas Islam Makassar. Selain menerima materi selama tiga hari, para peserta juga diajak untuk melakukan simulasi menyusun Financial Timeline, Financial Check Updan Resiko Investasi.
Sambutan Sahihul Bait Sekertaris PWNU Sulsel, Prof. Arfin Hamid menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan ini karena melalui kegiatan seperti ini dapat mensupport pengembangan NU di Sulawesi Selatan, “Setelah kegiatan kegiatan ini untuk tahap pertama akan ada workshop ditiga kabupaten yaitu Bulukumba, Parepare dan Wajo sebagai tindakan lanjutan dari training ini.” Imbuh Prof. Arfin Hamid yang juga Wakil Rektor I UIM
Sementara itu, ketua LKKNU Sulsel Dr. Anwar Diah dalam sambutannya mengatakan salah satu faktor yg mempengaruhi sumber daya manusia adalah Pendidikan, Kesehatan dan Ekonomi. “Untuk bisa mengelola produktivitas keluarga yaitu memanajemen keuangan keluarga dengan mengubah pola pikir dari konsumtif ke Produktif” ungkap Dr. Anwar Diah yang juga mantan Kepala BKKBN
Deputi Pegadaian Area I Makassar , H. Syamsul dalam sambutannya menyampaikan terimakasih atas kesediaan LKKNU sebagai mitra dari Pegadaian untuk pengelolaan keuangan keluarga, karena saat ini Pegadaian mempunyai beberapa pilihan item dalam mengelola keuangan keluarga seperti Tabungan Emas serta Tabungan Haji dan Umroh.
Acara dengan Tema “Perencanaan Keuangan Keluarga” dibuka oleh Sekretaris Umum PP LKKNU Alissa Wahid. Putri sulung Presiden Ke-4 Indonesia KH Abdurrahman Wahid itu menjelaskan bahwa tujuan acara ini adalah untuk mencetak fasilitator dan pendamping program perencanaan keuangan keluarga maslahah NU.
“Problem yang sering muncul dalam keluarga adalah persoalan ekonomi, maka kita berusaha melakukan pendidikan kepada warga NU untuk bisa melakukan penataan keuangan keluarga. Kita ingin keluarga NU punya perencanaan financial untuk masa depan dan ini adalah khidmad dari LKKNU,” ungkap Alissa Wahid yang juga ketua Jaringan Gusdurian. (sd/and)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *