HARIANSULSEL.COM, Makassar – Dengan pesan Nabi, yang gerhanafe sepatutnya beres dengan hal-hal mistis warisan mitos dan klenik. Untuk mengalihkannya dan menyucikan diri dari keyakinan-keyakinan yang tidak benar, dapat dilakukan dengan berdoa kepada Allah. Dengan berdoa, secara otomatis keyakinan kita tetap bisa, bahwa Allah sematalah Sang Pelaku dan Pengatur kejadian gerhana itu.
Imam Ibnu Hajar dalam Fathul Bari, menjelaskan bahwa pelaksanaan hadis tersebut adalah semacam hadis
ووقع في حديث ابن عباس عند سعيد بن منصور “فاذكروا الله وكبروه وسبحوه وهللوه”
“Berdzikirlah, bertakbirlah, bertasbihlah, dan bertahlillah.”
Praktisnya, hal itu dapat dirangkum dalam sebuah kitab yang dibaca berulang-ulang sampai habisnya gerhana ,
سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله ، الله أكبر
Subhanallah, walhamdulillah, wa laa ilaaha illallaahu Allahu Akbar.
“Maha suci Allah. Segala puji bagi Allah. Tiada Tuhan, tanpa Allah. Allahlah Yang Maha Besar. “
Demikianlah praktik dzikir atau doa yang diperbanyak untuk difahami saat terjadi gerhana.
Penulis: Ahmad Ubaidi Hasbillah, Pendiri Wikihadis.id – islami.co
Terkait