Pasca-Akad Bukan Akhir, Kemenag Tawarkan Layanan SERASI untuk Keluarga Baru

HARIANSULSEL.COM, Jakarta  — Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kementerian Agama (Kemenag) memperkenalkan program Sekolah Relasi Suami Istri (SERASI) yang ditujukan bagi pasangan muda dengan usia pernikahan antara satu hingga lima tahun. Inisiatif ini bertujuan menurunkan angka perceraian sekaligus memperkuat ketahanan keluarga.

Berdasarkan data dari Direktorat Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung, dalam kurun lima tahun terakhir terdapat 604.463 kasus perceraian pada pasangan dengan usia pernikahan 1 sampai 5 tahun—angka tertinggi dibandingkan kelompok usia pernikahan lainnya. Fakta ini menjadi latar belakang utama diluncurkannya Program SERASI sebagai langkah preventif.

Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Cecep Khairul Anwar, memaparkan bahwa SERASI memiliki dua layanan inti, yakni Bimbingan Relasi Harmonis dan Bimbingan Literasi Keuangan Keluarga.

“Relasi Harmonis merupakan layanan pasca-akad (after akad services) yang dirancang untuk mengurangi risiko perceraian, khususnya pada fase awal pernikahan. Banyak perceraian dipicu oleh konflik yang tidak terselesaikan. Karena itu, kami ingin membekali pasangan dengan keterampilan komunikasi dan penguatan hubungan suami istri,” ujar Cecep dalam kegiatan Bimbingan Teknis Fasilitator Literasi Keuangan Keluarga di Jakarta, Rabu (21/05/2025).

Layanan ini membantu pasangan mengenali tantangan rumah tangga, membangun pola komunikasi sehat, dan membiasakan penyelesaian konflik melalui musyawarah. “Kami berharap suami dan istri menjadi mitra sejati yang saling mendukung dalam menghadapi berbagai dinamika keluarga,” lanjutnya.

Adapun Bimbingan Literasi Keuangan Keluarga difokuskan untuk meningkatkan kemampuan pasangan dalam mengelola keuangan rumah tangga. Materinya mencakup perencanaan anggaran, dana darurat, hingga pemahaman investasi yang berbasis syariah.

“Di zaman digital, godaan finansial begitu besar. Belanja daring, pinjaman online, serta cepatnya perputaran uang digital bisa mengancam kestabilan rumah tangga jika tidak disertai kecakapan finansial,” jelasnya.

Kepala Subdirektorat Bina Keluarga Sakinah, Zudi Rahmanto, menyatakan bahwa program ini akan melibatkan penghulu dan penyuluh agama yang sudah mengikuti pelatihan. Mereka tidak hanya akan aktif di Kantor Urusan Agama, tetapi juga mendampingi keluarga muda di tengah masyarakat.

Zudi berharap Program SERASI mampu membangun keluarga yang sehat, harmonis, dan berkeadilan. “Kami ingin agar persoalan keluarga di Indonesia dapat diatasi secara bijak, ketahanan keluarga meningkat, dan angka perceraian bisa ditekan,” pungkasnya. (and/hs)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *