HARIANSULSEL.COM, Makassar – Universitas Islam Makassar Al-Gazali berkolaborasi dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) dalam pelaksanaan Program Kosabangsa yang mengangkat tema “Implementasi Teknologi Tepat Guna dalam Rangka Kemandirian Ekonomi di Daerah Rawan Bencana.”
Program ini dilaksanakan di Desa Gantarang, Kabupaten Sinjai, dan menyasar peningkatan keterampilan serta pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis teknologi.
Program ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi yang aplikatif, sekaligus sebagai bagian dari upaya membangun ketangguhan ekonomi masyarakat desa yang berada di wilayah rawan bencana.
Tim pelaksana kegiatan terdiri dari Muh. Ichwan K., Suardi Bakri, dan Herawaty, dengan dukungan tim pendamping Syahida, Muhammad Syahid, dan Makkarennu.
Dalam program ini, masyarakat Desa Gantarang dilatih untuk mengolah hasil pertanian lokal dengan teknologi inovatif, khususnya pada pengelolaan produk gula aren menjadi gula semut, serta budidaya jamur tiram.
Teknologi yang dikenalkan antara lain Mesin Kristalisasi Gula Semut, Evaporator, dan Mesin Pengering untuk produk gula, serta Mesin Mixer, Baglog, Mesin Press Baglog, dan Alat Sterilisasi Baglog untuk budidaya jamur tiram.
Muh. Ichwan K., selaku ketua tim pelaksana, menyampaikan Program Kosabangsa berhasil meningkatkan keterampilan warga dalam mengaplikasikan teknologi tepat guna untuk mendorong kemandirian ekonomi lokal.
“Melalui sosialisasi dan pelatihan, warga Desa Gantarang kini memiliki kemampuan mengolah hasil pertanian seperti gula aren dan jamur menjadi produk bernilai tambah.
Program ini juga menanamkan semangat pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan demi ketahanan ekonomi masyarakat di daerah rawan bencana,” jelasnya.
Tidak hanya itu, program ini juga membuka ruang kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam membangun ekosistem usaha mikro berbasis potensi lokal.
Pelibatan mahasiswa sebagai tim kerja turut memberikan kontribusi signifikan terhadap keberhasilan kegiatan, baik dalam hal edukasi, pendampingan teknis, maupun penguatan kelembagaan masyarakat.
Kegiatan ini terlaksana atas dukungan pendanaan dari Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) melalui skema Program Kosabangsa, berdasarkan kontrak Nomor 013/E5/PG.02.00/KOSABANGSA/2024 tanggal 6 September 2024.
Dalam kesempatan ini, penulis juga mengucapkan terima kasih kepada Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) atas kepercayaan dan dukungan pendanaannya.
“Kami sangat berterima kasih kepada DRTPM atas pendanaan program ini. Selain itu, apresiasi setinggi-tingginya juga kami sampaikan kepada pemerintah Desa Gantarang dan seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan luar biasa selama pelaksanaan kegiatan,” ujar Muh. Ichwan K.
Ia juga menambahkan rasa terima kasihnya kepada mahasiswa yang terlibat aktif dalam program ini.
“Kerja keras dan kedisiplinan para mahasiswa yang tergabung dalam tim kerja patut diapresiasi. Mereka telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam mewujudkan keberhasilan program di lapangan,” tutupnya.
Melalui sinergi antara UIM, Unhas, dan masyarakat Desa Gantarang, Program Kosabangsa tidak hanya menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang nyata, tetapi juga menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas institusi mampu memberikan solusi konkret terhadap permasalahan di daerah rawan bencana. (rls/and)