Universitas Bosowa Kukuhkan Kualitas Akademik melalui Pengukuhan Dua Guru Besar di LLDIKTI Wilayah IX

HARIANSULSEL.COM, Makassar – Penguatan kualitas akademik Universitas Bosowa kembali ditandai melalui penyerahan Surat Keputusan Jabatan Akademik Dosen Guru Besar atau Profesor yang berlangsung di Aula Ridwan Saleh Mattayang, Kantor LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi, pada Selasa, 6 Januari 2026. Momentum ini menjadi bukti konsistensi Universitas Bosowa dalam mendorong capaian jabatan akademik tertinggi bagi dosen sebagai pilar utama pengembangan pendidikan tinggi.

Dua dosen Universitas Bosowa yang resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar adalah Dr. Zulkifli Makkawaru, S.H., M.H. dan Dr. Drs. Mas’ud Muhammadiyah, M.Si. Penyerahan Surat Keputusan dilakukan oleh Kepala LLDIKTI Wilayah IX dan diterima langsung oleh Rektor Universitas Bosowa, Prof. Dr. Ir. Batara Surya, S.T., M.Si., untuk selanjutnya diserahkan kepada kedua profesor. Acara ini turut dihadiri jajaran guru besar Universitas Bosowa lainnya serta keluarga dari para guru besar yang dikukuhkan.

Secara keseluruhan, terdapat empat Guru Besar yang menerima Surat Keputusan pada kesempatan tersebut, masing-masing dua berasal dari Universitas Bosowa, serta dua lainnya dari Universitas Mega Buana dan Universitas Mandala Waluya. Kehadiran para pimpinan perguruan tinggi dan sivitas akademika lintas institusi mencerminkan semangat kolaborasi dan kemajuan bersama dalam pengembangan sumber daya manusia unggul di kawasan Indonesia Timur.

Kepala LLDIKTI Wilayah IX, Dr. Andi Lukman, M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa pencapaian Guru Besar merupakan jabatan akademik tertinggi yang diraih melalui dedikasi, kerja keras, dan pengorbanan panjang. Ia menyampaikan bahwa dari sekitar 13.000 dosen di wilayah LLDIKTI IX, jumlah Guru Besar baru mencapai sekitar 242 orang. “Ini adalah capaian yang sangat luar biasa dan patut dibanggakan. Jabatan Guru Besar bukan hanya prestasi personal, tetapi juga cerminan kuatnya dukungan dan komitmen kelembagaan perguruan tinggi,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa keberadaan Guru Besar membawa tanggung jawab besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan institusi. Menurutnya, Guru Besar memiliki peran strategis dalam mendorong pembukaan program studi lanjut, penguatan riset, serta kolaborasi antarlembaga. “Ini adalah bentuk penghargaan negara atas prestasi akademik, sekaligus amanah untuk terus mengembangkan keilmuan dan kelembagaan,” tambahnya.

Bagi Universitas Bosowa, pengukuhan dua Guru Besar ini semakin mempertegas posisinya sebagai perguruan tinggi yang serius membangun budaya akademik unggul dan berkelanjutan. Kehadiran para profesor tidak hanya memperkuat reputasi institusi di tingkat regional dan nasional, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam mencetak lulusan berkualitas, mengembangkan riset berdampak, serta memperluas kontribusi Universitas Bosowa bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan pembangunan bangsa. (and/hs)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *