HARIANSULSEL.COM, Makassar – Kiprah akademisi Universitas Bosowa (Unibos) kembali mendapat pengakuan di level global, dengan Dr. Andi Hamzah Fansury, S.Pd., M.Pd., dipercaya sebagai pembicara dalam forum internasional yang membahas transformasi bahasa dan sastra di era kecerdasan buatan yang diselenggarakan oleh KPR Institute of Engineering and Technology, Coimbatore, India.
Konferensi bertajuk “Re-imagining Language, Literature, Linguistics and Industry Discourse in the Age of Artificial Intelligence” ini berlangsung selama dua hari, pada 13–14 Maret 2026, dan menghadirkan para akademisi, peneliti, serta praktisi dari berbagai negara untuk membahas transformasi besar yang dibawa oleh kecerdasan buatan (AI) dalam bidang bahasa, sastra, dan komunikasi profesional.
Dalam forum bergengsi tersebut, Dr. Andi Hamzah Fansury, S.Pd., M.Pd., yang juga menjabat sebagai Ketua Program Studi S2 Bahasa Inggris Pascasarjana Universitas Bosowa, dipercaya menyampaikan materi bertajuk “AI and The Transformation of Humanistic Inquiry in Language and Literature”. Ia secara komprehensif mengulas bagaimana peran AI berkembang sebagai alat bantu dalam kajian bahasa dan linguistik, tanpa menggeser esensi berpikir kritis manusia.
Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa pemanfaatan AI di kalangan mahasiswa harus diarahkan secara bijak, bukan sebagai alat instan untuk menyelesaikan tugas, melainkan sebagai sarana untuk menggali ide, memperkaya perspektif, serta meningkatkan kualitas karya ilmiah.
“AI seharusnya tidak menggantikan proses berpikir mahasiswa, tetapi menjadi alat bantu yang mendorong lahirnya gagasan-gagasan baru dalam kajian bahasa dan sastra. Dengan pendekatan yang tepat, AI justru dapat memperkuat kemampuan analisis dan kreativitas akademik,” jelasnya.
Konferensi ini secara khusus mengeksplorasi bagaimana perkembangan teknologi seperti generative AI, large language models, dan teknologi pengenalan suara telah mengubah cara bahasa dipelajari, dianalisis, dan direpresentasikan dalam berbagai konteks, mulai dari pendidikan hingga industri. Selain itu, forum ini juga menjadi ruang diskusi terkait isu-isu penting seperti etika penggunaan AI, pedagogi, multilingualisme, serta representasi budaya agar tetap berpusat pada nilai-nilai kemanusiaan.
Sebagai penutup partisipasinya, Dr. Andi Hamzah Fansury, S.Pd., M.Pd., menyampaikan harapannya agar keterlibatan akademisi Indonesia dalam forum internasional seperti ini dapat memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam menghadapi era disrupsi teknologi.
“Saya berharap kehadiran kita dalam forum internasional ini dapat membawa perspektif baru sekaligus memperkuat posisi akademisi Indonesia dalam diskursus global. Semoga pemanfaatan AI di bidang bahasa dan sastra dapat terus berkembang secara positif, tetap human-centered, dan memberikan manfaat luas bagi dunia pendidikan,” tuturnya.
Partisipasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Universitas Bosowa, tetapi juga mempertegas peran aktif akademisi Unibos dalam menjawab tantangan global serta berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan di era transformasi digital. (and/hs)