HARIANSULSEL.COM, Gowa — Ma’had Al-Jami’ah UIN Alauddin Makassar menggelar rapat evaluasi sekaligus koordinasi bersama para pengajar program Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) dan Pengembangan Intensifikasi Bahasa Asing (PIBA), Selasa (8/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di Gedung Ma’had Al-Jami’ah UIN Alauddin Makassar lantai 2 tersebut menjadi bagian dari persiapan pelaksanaan proses pembelajaran Tahun Akademik 2026/2027.
Rapat ini menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pembelajaran pada periode sebelumnya, sekaligus memperkuat koordinasi dan kesiapan para pengajar dalam menyambut proses pembelajaran tahun akademik yang baru. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan pelaksanaan program BTQ dan PIBA semakin terarah, efektif, dan mampu memberikan kontribusi optimal terhadap pembinaan mahasiswa UIN Alauddin Makassar.
Ketua BTQ Ma’had Al-Jami’ah UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. H. Abd. Halim Talli, S.Ag., M.Ag., menyampaikan bahwa program-program yang diselenggarakan di Ma’had Al-Jami’ah merupakan bagian dari program unggulan yang memberikan nilai tambah bagi mahasiswa dalam mendukung pencapaian kompetensi akademik dan keagamaan.
Menurut Prof. Halim, program BTQ memiliki posisi yang sangat penting dalam pembinaan mahasiswa Muslim. Kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar merupakan bagian mendasar dari kehidupan seorang Muslim, mengingat Al-Qur’an merupakan pedoman hidup umat Islam.
Karena itu, ia berharap seluruh pengajar BTQ senantiasa menjaga komitmen dan tanggung jawab dalam melaksanakan proses pembelajaran. Menurutnya, kualitas pembelajaran sangat ditentukan oleh kesungguhan para pengajar dalam mendampingi dan membina mahasiswa.
“Kami selalu berharap kepada bapak dan ibu agar tetap bertanggung jawab dalam proses belajar mengajar, apa pun yang terjadi,” ungkap Prof. Halim.
Ia juga menyampaikan bahwa placement test BTQ dijadwalkan dilaksanakan pada pekan depan. Pelaksanaan tes tersebut dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan awal mahasiswa sekaligus menjadi dasar dalam pemetaan pembelajaran BTQ sesuai dengan tingkat kemampuan masing-masing mahasiswa.
Dalam arahannya, Prof. Halim menjelaskan bahwa pembelajaran BTQ dilaksanakan secara bertahap. Semester pertama diarahkan pada tahsin qira’ah, dengan fokus pada peningkatan kualitas, ketepatan, dan kelancaran bacaan Al-Qur’an. Sementara itu, semester kedua diarahkan pada tahfiz Juz 30.
Ia menegaskan bahwa mahasiswa yang belum mencapai tingkat kelancaran dalam tahsin qira’ah tetap perlu mendapatkan pembinaan pada semester berikutnya hingga kemampuan bacaannya benar-benar memadai.
Dalam hal evaluasi dan kelulusan, Prof. Halim mengingatkan para pengajar agar senantiasa menjunjung prinsip objektivitas dan integritas akademik. Penilaian hendaknya diberikan berdasarkan kemampuan dan capaian pembelajaran mahasiswa secara nyata.
Pesan tersebut sekaligus menjadi penekanan agar proses evaluasi pembelajaran BTQ dilakukan secara proporsional, objektif, dan bertanggung jawab sehingga kelulusan benar-benar mencerminkan kompetensi mahasiswa.
Sementara itu, Ketua PIBA Ma’had Al-Jami’ah UIN Alauddin Makassar, Dr. H. Abd. Muis Said, M.Ed., TESOL, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pengajar yang telah memberikan dedikasi dalam pelaksanaan pembelajaran pada periode sebelumnya.
Ia berharap semangat, komitmen, dan kerja sama yang telah terbangun dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan dalam pelaksanaan pembelajaran Tahun Akademik 2026/2027.
Dalam pelaksanaan pembelajaran PIBA, Dr. Abd. Muis memberikan keleluasaan kepada para pengajar untuk menentukan metode pembelajaran yang paling sesuai dengan kondisi dan kebutuhan mahasiswa, baik melalui pembelajaran luring maupun daring.
Menurutnya, pilihan metode pembelajaran tersebut tetap perlu diarahkan pada pencapaian tujuan utama PIBA, yakni meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Arab dan bahasa Inggris.
“Semoga pembelajaran PIBA berjalan lancar dan mahasiswa bisa berbahasa Arab dan bahasa Inggris,” harapnya.
Rapat evaluasi dan koordinasi pengajar BTQ dan PIBA ini diharapkan dapat menjadi pijakan dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan program Ma’had Al-Jami’ah UIN Alauddin Makassar. Dengan koordinasi yang semakin baik, komitmen pengajar, serta evaluasi pembelajaran yang objektif dan berkelanjutan, program BTQ dan PIBA diharapkan mampu memperkuat pembinaan mahasiswa, baik dalam aspek keagamaan maupun penguasaan bahasa asing.
Kedua program tersebut sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar Ma’had Al-Jami’ah dalam menghadirkan lingkungan pembelajaran yang mendukung terbentuknya mahasiswa UIN Alauddin Makassar yang berkompeten, berkarakter, memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik, serta mampu berkomunikasi dalam bahasa Arab dan bahasa Inggris. (and/hs)