Rektor Unhas dan Deputi Polugri Kemenkopolhukam Bahas Indo-Pasifik

0
291

HARIANSULSEL.COM, Makassar – Usia memberikan kuliah umum di FISIP Unhas, Deputi Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenkopolhukam), Duta Besar Dr. Lutfi Rauf, mengadakan kunjungan silaturahmi kepada Rektor Unhas, Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu. Pertemuan ini berlangsung di Ruang Kerja Rektor, Lantai 8 Gedung Rektorat Unhas, Tamalanrea, Senin (24/2), pukul 14.30 Wita.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat ini, Dubes Lutfi Rauf menjelaskan tentang situasi terbaru politik luar negeri Indonesia, terutama dalam kaitannya dengan dinamika kawasan Asia Pasifik. Selain itu, beliau juga menjelaskan tentang peluang apa saja yang dapat dijalankan oleh perguruan tinggi.

“Saat ini, kita sedang fokus mengawal konsep Indo-Pasifik yang berhasil diajukan Indonesia dalam pertemuan ASEAN pada bulan Juli 2019 lalu. Dalam konsep Indo-Pasifik, terdapat beberapa area kolaborasi yang dapat dijalankan oleh perguruan tinggi. Tadi saya dorong betul departemen HI Unhas untuk mengambil peran tersebut,” kata Dubes Lutfi.

Unhas merupakan perguruan tinggi yang besar dan utama di Kawasan Timur Indonesia. Sementara itu, konsep Indo-Pasifik itu juga mencakup kawasan Pasifik, yang secara geografis sangat dekat dengan Kawasan Timur Indonesia. Untuk itu, Dubes Lutfi meminta agar Unhas menjadi hub dalam kolaborasi dan konektivitas Indonesia untuk memperkuat sisi Pasifik dari konsep Indo-Pasifik ini.

Menyambut ide tersebut, Rektor Unhas menyatakan kesiapannya. Menurut beliau, tantangan perguruan tinggi dewasa ini bukan saja untuk meningkatkan sumber daya manusia melalui pendidikan, namun juga ada kewajiban untuk memberi kontribusi bagi peningkatan daya saing dan kemajuan bangsa dan negara.

“Kampus itu juga mempunyai peran untuk mendukung Negara Kesatuan Republik Indonesia. Apalagi bagi departemen hubungan internasional yang memang banyak mengkaji isu kedaulatan nasional. Saya akan meminta kepada prodi HI kami untuk menindaklanjuti peluang dari Pak Dubes,” kata Prof. Dwia.

Selain membahas tentang dinamika Indo-Pasifik, Rektor Unhas juga mengharapkan agar Dubes Lutfi berkenan meluangkan lebih banyak waktu membagi ilmu kepada mahasiswa Unhas. Kebijakan baru Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan saat ini mendorong agar mahasiswa memperoleh ilmu bukan saja dari teori, tetapi juga dari sektor bisnis yang berkaitan dengan bidang karir mereka kelak.

“Saya sangat mengapresiasi kehadiran Pak Dubes hari ini, semoga ini dapat berlanjut. Kepada rekan-rekan di Departemen HI saya harapkan agar melakukan kuliah umum seperti ini secara teratur. Kalau perlu Pak Dubes nanti kita angkat sebagai dosen luar biasa kita,” kata Prof. Dwia.

Pertemuan yang juga diikuti oleh Dekan FISIP Unhas Prof Armin Arsyad dan Ketua Departemen HI Unhas Darwis, Ph.D ini kemudian membahas langkah-langkah implementasi dari gagasan yang disampaikan oleh Dubes Lutfi Rauf.

“In syaa Allah kita siap melaksanakan arahan Ibu Rektor untuk mengembangkan kajian Indo-Pasifik melalui kegiatan-kegiatan yang lebih sistematis dan terukur,” kata Darwis di akhir pertemuan. (*/and)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here