Siswa Sekolah Alam Bosowa Teladani Rasulullah Lewat Karya Kreatif

HARIANSULSEL.COM, Makassar – Belajar tentang akhlak Rasulullah SAW tak harus selalu dilakukan melalui buku dan ceramah, di Sekolah Alam Bosowa, siswa diajak mengenal keteladanan Rasulullah melalui aktivitas kreatif yang dekat dengan dunia anak, Rabu (26/8/2026).

Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW”, siswa PG-TK dan SD mengikuti rangkaian kegiatan yang memadukan nilai keagamaan, kreativitas, serta pengalaman belajar yang menyenangkan.

Salah satu kegiatan menarik berlangsung di jenjang SD. Siswa membuat kolase kaligrafi Nabi menggunakan daun kering dan berkreasi menggunakan plastik label sebagai material kolase. Kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus mengenal nilai-nilai yang terkandung dalam keteladanan Rasulullah SAW.

Tak hanya itu, siswa juga membuat pohon silsilah Rasulullah SAW sebagai sarana mengenal sejarah dan keluarga Rasulullah dengan cara yang lebih interaktif. Suasana belajar yang menyenangkan juga hadir di jenjang PG-TK. Anak-anak mengikuti kegiatan menonton bersama, membuat topi gajah, menghias kaligrafi, serta membuat bingkai kaligrafi.

Kepala Sekolah Sekolah Alam Bosowa, Hairul, menilai kegiatan kreatif menjadi salah satu cara efektif untuk membuat nilai-nilai keagamaan lebih dekat dengan pengalaman anak. Anak-anak belajar dengan cara yang berbeda. Ketika mereka membuat karya, bermain, berdiskusi, dan bekerja bersama, sebenarnya mereka sedang belajar banyak hal sekaligus.

“Melalui kegiatan Maulid ini, kami ingin nilai keteladanan Rasulullah hadir dalam pengalaman belajar yang menyenangkan dan berkesan bagi mereka” kata Hairul.

Ia menambahkan, pemanfaatan bahan-bahan sederhana dalam kegiatan juga menjadi bagian dari pendekatan pembelajaran yang mendorong anak untuk melihat potensi di lingkungan sekitar.

Daun kering maupun plastik label mungkin terlihat sederhana, tetapi di tangan anak-anak bisa menjadi media untuk berkarya.

“Yang paling penting bukan hanya hasil akhirnya, melainkan proses ketika mereka belajar berkreasi, bekerja sama, bertanggung jawab, dan menghargai karya orang lain,” jelasnya. (and/hs)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *