HARIANSULSEL.COM, Makassar – Komitmen Universitas Bosowa (Unibos) dalam memperkuat budaya riset dan inovasi kembali ditunjukkan melalui Sharing Session bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bertajuk “Membahas Peluang Pendanaan dan Insentif Riset” yang digelar di Auditorium Aksa Mahmud Lantai 9 Gedung II Unibos, Jumat (24/7/2026). Kegiatan yang berlangsung interaktif ini menghadirkan Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi BRIN, Dr. Eng. Agus Haryono, bersama jajaran BRIN, serta diikuti Sekretaris Universitas Prof. Dr. Ir. Hadijah Mahyuddin, M.Si., Direktur Direktorat Inovasi, Riset, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DIRPM) Unibos Dr. Ahmad Swandi, S.Pd., M.Si.P., para ketua program studi, dosen, dan mahasiswa.
Direktur DIRPM Unibos, Dr. Ahmad Swandi, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperluas jejaring riset nasional sekaligus mendorong dosen Unibos memanfaatkan berbagai skema pendanaan yang dikelola BRIN. Ia menjelaskan bahwa selama ini Unibos telah aktif memperoleh pendanaan melalui berbagai program nasional dan berhasil meraih penghargaan sebagai perguruan tinggi dengan jumlah hibah pengabdian kepada masyarakat terbanyak secara nasional pada 2019, 2020, dan 2021. “Kami berharap tahun ini Universitas Bosowa dapat mulai berpartisipasi secara lebih aktif dan berhasil memperoleh pendanaan riset dari BRIN. Kami juga berharap lahir kolaborasi riset, publikasi bersama, hingga pemanfaatan fasilitas riset BRIN untuk memperkuat penelitian di kawasan Indonesia Timur,” ujarnya.
Sebagai pembicara utama, Dr. Eng. Agus Haryono memaparkan berbagai peluang pendanaan melalui skema Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM), khususnya RIIM Startup dan RIIM Kompetisi. Ia menjelaskan bahwa kedua program tersebut dirancang untuk mempercepat hilirisasi hasil riset sekaligus meningkatkan kualitas penelitian melalui pendanaan yang terbuka bagi perguruan tinggi, lembaga riset, hingga perusahaan berbasis hasil penelitian. “Kami ingin memfasilitasi ekosistem riset dan inovasi di Indonesia. Jika ada kebutuhan skema pendanaan yang belum tersedia, kami sangat terbuka untuk berdiskusi dan mengembangkannya bersama,” jelasnya.
Dalam pemaparannya, Agus turut mendorong sivitas akademika Unibos agar lebih aktif memanfaatkan peluang pendanaan BRIN, termasuk melalui pengembangan startup berbasis riset. Menurutnya, hasil penelitian dosen maupun tugas akhir mahasiswa memiliki peluang besar untuk dikomersialisasikan melalui skema RIIM Startup dengan dukungan pendanaan yang fleksibel dan berorientasi pada hilirisasi inovasi. Ia juga mengingatkan bahwa skema RIIM Kompetisi masih membuka pengajuan proposal hingga 31 Juli 2026 dengan tingkat keberhasilan yang kompetitif secara nasional.
Suasana diskusi berlangsung dinamis dengan tingginya antusiasme peserta yang aktif mengajukan pertanyaan mengenai penyusunan proposal, peluang kolaborasi lintas institusi, pemanfaatan laboratorium BRIN, hingga strategi meningkatkan daya saing proposal riset. Interaksi tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus memperkuat pemahaman dosen dan mahasiswa mengenai ekosistem pendanaan riset nasional yang terus berkembang.
Melalui kegiatan ini, Universitas Bosowa menegaskan komitmennya untuk terus membangun budaya riset yang produktif, kolaboratif, dan berdampak bagi masyarakat. Sinergi dengan BRIN diharapkan menjadi pintu masuk lahirnya lebih banyak penelitian unggulan, publikasi ilmiah bereputasi, inovasi yang siap dihilirisasikan, serta kolaborasi strategis yang mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan pembangunan berkelanjutan, khususnya di kawasan Indonesia Timur. (and/hs)