HARIANSULSEL.COM, Makassar – Atmosfer akademik yang membanggakan menyelimuti Kantor LLDIKTI Wilayah IX pada Senin, 9 Februari 2026, dalam agenda Penyerahan Surat Keputusan (SK) Jabatan Fungsional Dosen Guru Besar. Pada kesempatan tersebut, dua dosen Universitas Bosowa, Prof. Dr. Drs. Iskandar, M.Si. dan Prof. Dr. Hasanuddin Remmang, S.E., M.Si., resmi menerima SK Guru Besar bersama empat profesor baru dari perguruan tinggi lainnya.
SK diserahkan langsung oleh Kepala LLDIKTI Wilayah IX, Dr. Andi Lukman, M.Si., kepada perwakilan Universitas Bosowa, Prof. Dr. Ir. Hadijah Mahyuddin, M.Si., sebelum kemudian diterima secara resmi oleh kedua guru besar. Momentum ini menjadi tonggak penting dalam penguatan sumber daya manusia unggul dan reputasi akademik Universitas Bosowa di tingkat regional maupun nasional.
Dalam sambutannya, Kepala LLDIKTI Wilayah IX menegaskan bahwa capaian guru besar merupakan kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar. “Hari ini adalah hari yang berbahagia, bukan hanya bagi beliau-beliau yang menerima SK, tetapi juga bagi keluarga dan institusi. Jabatan profesor adalah pengakuan atas dedikasi, integritas, dan kompetensi akademik yang tertinggi,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa jumlah guru besar masih sangat terbatas dibandingkan total dosen yang ada, sehingga pencapaian ini memiliki nilai strategis. “Dari sekitar 11 ribu dosen, guru besar baru sekitar seribuan. Artinya, ini adalah capaian luar biasa. Tetapi profesor bukan sekadar gelar, melainkan tanggung jawab akademik dan sosial. Profesor harus menjadi teladan, menjadi penggerak, dan menjadi solusi atas berbagai persoalan di masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya kolaborasi dan percepatan transformasi di era perkembangan teknologi yang begitu cepat. “Siapa yang cepat beradaptasi, dia yang akan unggul. Karena itu, profesor harus memperkuat riset, pengabdian kepada masyarakat, serta membangun kolaborasi yang berdampak nyata. Reputasi perguruan tinggi sangat ditentukan oleh kualitas dan kontribusi para guru besarnya,” tambahnya.
Pengukuhan dua guru besar ini semakin mempertegas komitmen Universitas Bosowa dalam meningkatkan mutu tridarma perguruan tinggi, khususnya pada aspek penelitian dan pengabdian yang berdampak luas. Dengan bertambahnya profesor di lingkungan kampus, Unibos menunjukkan konsistensinya dalam melahirkan akademisi berkelas nasional yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berintegritas dan visioner dalam menjawab tantangan zaman.
Momentum ini sekaligus menjadi inspirasi bagi sivitas akademika Universitas Bosowa untuk terus berakselerasi, memperkuat budaya riset, serta membangun ekosistem akademik yang kolaboratif dan berdaya saing tinggi di kancah pendidikan tinggi Indonesia. (and/hs)
Terkait