Dosen Unibos Bantu Pengembangan Kripik Dangke di Enrekang

0
38

HARIANSULSEL.COM, Enrekang – Sebagai program pengabdian masyarakat dan Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD) tahun 2020, tim dosen Universitas Bosowa (Unibos) Ir. Tamrin Mallawangeng, MT, Dr. Ir. Muh Natsir Abduh, M.Si, dan M.Tang, ST., M.PKim lakukan pengembangan kripik dangke di Kampung Baba, Desa Cendana Kecamatan Cendana Kabupaten Enrekang, Sabtu (6/11)

Kegiatan ini dilaksanakan dengan beberapa tujuan termasuk memberi inovasi, motivasi, tanggung jawab yang lebih meningkat dalam pengelolaan produk, menambah pengetahuan dan ketrampilan mengelola dan memasarkan usaha secara online dan meningkatnya sarana dan prasarana dalam pengembangan usaha Keripik Dangke yang berkelanjutan.

PPPUD tahun 2020 ini diperuntukan kepada Mitra Pemberdayaan Masyarakat Dalam Usaha Kripik Dangke dengan beberapa proses kegiatan. Seperti peningkatkan kualitas susu sapi dengan perbaikan dan penggantian atap kandang sapi yang rusak dan perlu diganti, pemasangan karet atap kandang sapi dan pendampingan atau pelatihan dalam memelihara dan pemberian pakan sapi. Selain itu juga dilakukan pelatihan untuk meningkatkan inovasi dan motivasi sebagai upaya pemberdayaan dalam usaha pengelolaan usaha Keripik Dangke. Dangke terbuat dari susu sapi atau kerbau, merupakan makanan tradisional Kabupaten Enrekang yang kaya akan kandungan gizi dan salah satu bahan baku utama pembuatan Kripik Dangke.

Dr. Ir. Muh Natsir Abduh, M.Si menuturkan tanggapannya terkait pelaksanaan kegiatan ini. “Masyarakat membutuhkan pendampingan dalam pengembangan usaha kripik Dangke untuk prospek dikembangkan oleh karena itu perlunya peningkatan ini harus didukung oleh bahan baku yang cukup di Enrekang sebagai salah satu Kabupaten di Sulawesi Selatan dengan populasi ternak sapi perah terbanyak”, tuturnya.

Irma Malik selaku salah satu masyarakat sasaran menuturkan harapannya untuk kegiatan ini. “Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD) melalui pemberdayaan masyarakat sangat bermanfaat dan memberikan inovasi serta motivasi untuk berusaha dan meningkatkan usaha. Perbaikan prasarana berupa perbaikan kandang sapi akan meningkatkan kualitas dan produksi susu. Pemberian saran fasilitias usaha dan pendampingan dan ketrampilan yang didapatkan menjadi pengetahuan berharga untuk dapat meningkatkan penghasilan”, tuturnya. (and/hariansulsel)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here