Keluarga Besar Ruqyah Aswaja Launching Rumah Sehat di Makassar

0
231

HARIANSULSEL.COM, Makassar – Pengurus Cabang Keluarga Besar Ruqyah Aswaja (KBRA) Kota Makassar meresmikan “Rumah Sehat” sebagai tempat pengobatan alternatif untuk masyarakat di Jl. Dg Tata I No IVC, Makassar, Ahad (19/09/2021).

Rumah Sehat tersebut membuka praktek pengobatan segala jenis penyakit dengan metode Ruqyah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) serta Totok, Bekam dan Gurah (Tobah). Pengobatan dibina langsung oleh Ketua PC. KBRA Makassar Ustaz Asrul Dg. Laja dan Sekretaris Ustaz Iswandi Dg. Raja.

Ustaz Asrul mengungkapkan dibukanya Rumah Sehat ini tentunya telah berkoordinasi langsung dengan Ketua PW. KBRA Sulsel dan lokasi Rumah Sehat ini juga sekaligus merupakan Sekretariat PC KBRA Makassar bertujuan untuk membantu masyarakat yang mengalami gangguan medis maupun non medis seperti sihir, guna-guna, atau gangguan psikis lainnya dengan prinsip Terapi Jasmani dan Olah Hati.

“Alhamdulillah, semoga dengan adanya Rumah Sehat ini, KBRA di Makassar dapat lebih berkontribusi kepada masyarakat yang membutuhkan,” ucap Asrul.

Turut hadir dalam peresmian tersebut Sekretaris PW. KBRA Sulawesi Selatan, Sardi, yang mewakili Ketua PW. KBRA Sulsel, Muhammad Harun yang berhalangan hadir.

Sardi mengaku sangat mengapresiasi program Rumah Sehat tersebut. Dia berharap langkah PC. KBRA Makassar bisa diikuti oleh PC-PC lainnya yang ada di Sulawesi Selatan.
“Kami sangat mengapresiasi program ini, semoga ikhtiar kita ini mendapat keberkahan dan senantiasa menebarkan energi positif sebagaimana niat pendiri KBRA Kyai Ahmad Imron Rosyidi,” ungkap Sardi.

*Tentang KBRA*

Yayasan Keluarga Besar Ruqyah Aswaja adalah perintis pertama kalinya komunitas Ruqyah Aswaja di Indonesia bahkan luar Negeri. Pendirinya adalah kyai Achmad Imron Rosidi atau lebih dikenal dengan nama pena Ibnu Abdillah Al-Katibiy, seorang praktisi ruqyah yang sudah mahir dan melalang buana dengan berbagai macam kasus baik medis maupun non medis ataupun psikis, sejak awal 2009 secara komunitas (adapun secara pribadi beliau sudah bergelut sejak tahun 2004 silam).

Berdirinya Ruqyah Aswaja, karena pendirinya melihat beberapa alasan diantaranya, banyaknya para pengobat alternatif yang metode dan tekniknya bertentangan dengan kaedah syare’at yang sudah ditetapkan prosedurnya.

Maka pada tahun 2012 tepatnya tanggal 27 April di hari Jum’at, komunitas ini berubah menjadi nama Keluarga Besar Ruqyah Aswaja yang bermula dari nama Ruqyah Aswaja. Namun jika Ruqyah Aswaja disebut, maka sudah pasti tidak ada lain mengarah pada Keluarga Besar Ruqyah Aswaja. (and/hariansulsel)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here